DLH Jogja Beri Penghargaan Lingkungan Hidup kepada Penulis Cilik

Sekda Kota Jogja Titik Sulastri memberikan penghargaan lingkungan hidup kepada Abinaya Ghina Jameela siswa SDN Gondolayu, Kamis (22/11/2018). - Harian Jogja/Sunartono
23 November 2018 17:20 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja memberikan penghargaan Anugerah Lingkungan Hidup 2018 kepada 76 penerima dari kalangan sekolah, pelajar hingga tokoh masyarakat di Kantor DLH Jogja, Kamis (22/11/2018). Para penerima penghargaan itu memiliki komitmen dalam menjaga lingkungan, termasuk seorang siswi SD yang konsisten menulis karya sastra bertema ajakan menjaga lingkungan.

Penghargaan diberikan kepada 17 sekolah untuk kategori sekolah berwawasan lingkungan, dua pondok pesantren berwawasan lingkungan, dua individu peraih Kehati Award, 27 pelajar pemenang olimpiade lingkungan, 14 bank sampah dan 15 kampung hijau proklim. DLH DIY juga memberikan penghargaan kepada tiga pemerintah kecamatan yaitu Gondomanan, Danurejan dan Jetis, ketiganya mendapatkan bantuan kendaraan roda tiga.

Kepala DLH Kota Jogja Suyana, menjelaskan kedua individu penerima Kehati Award yakni Abinaya Ghina Jameela, siswa SDN Gondolayu yang konsisten membaca menulis serta menciptakan puisi berkaitan dengan ajakan menjaga lingkungan; dan penulis sekaligus budayawan Iman Budhi Santoso, warga Dipokusuman, Keparakan, Mergangsan, Kota Jogja.

 "Sesuatu yang baru tahun ini adalah kami memberikan penghargaan kepada penulis," katanya.

Suyana mengatakan, sepengetahuannya, belum pernah ada sebelumnya pelajar SD yang konsisten menulis tentang lingkungan. Oleh karena itu ia akan merekomendasikan kepada Pemda DIY agar siswi tersebut ke depan bisa dipertimbangkan untuk mewakili DIY dalam ajang yang berkaitan dengan  lingkungan.

Adapun Iman Budhi Santosa diberi Kehati Award karena tulisannya  tentang tanaman dan pepohonan di Kota Jogja yang dikaitkan dengan nama-nama kampung dan nama jalan yang ada di Jogja. 

Ia menambahkan penghargaan yang diberikan bukan tujuan akhir, melainkan menjadi tantangan tersendiri bagi penerima untuk tetap konsisten menjaga lingkungan. Seperti bantuan kendaraan roda tiga yang diberikan kepada pemerintah kecamatan sengaja ditulisi identitas kecamatan itu sebagai Kecamatan Adipura. "Misalnya Gondomanan Kecamatan Adipura. Nah, pemerintah setempat akan malu jika Gondomanan tidak bersih, ini termasuk tantangan," katanya.

Sekda Kota Jogja Titik Sulastri yang hadir membacakan sambutan Wali Kota Jogja mengatakan lingkungan hidup harus terus dijaga agar bisa diwariskan kepada generasi berikutnya. Lingkungan hidup merupakan kekayaan besar dibandingkan harta benda yang dimiliki manusia karena manusia sangat tergantung pada lingkungan.

"Sebagai generasi penerus kita harus menjaga dan merawat lingkungan yang telah diwariskan nenek moyang, kita harus cerdas dalam mengolah kekayaan lingkungan hidup ini," ucapnya.