BPAD DIY Tanamkan Budaya Membaca dengan Inovasi Program

Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan Kamis, 29 November 2018 20:15 WIB
BPAD DIY Tanamkan Budaya Membaca dengan Inovasi Program

Kepala BPAD DIY Monika Nur Lastiyani menyampaikan materi dalam Roadshow Minat Baca di Balai Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kamis (29/11/2018)/Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan

Harianjogja.com, SLEMAN—Tingkat minat baca masyarakat masih rendah. Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY menggelar Roadshow Minat Baca untuk membudayakan kegemaran membaca sekaligus mengenalkan inovasi program untuk menanamkan budaya membaca.

Kepala BPAD DIY, Monika Nur Lastiyani, mengatakan saat ini minat baca masyarakat masih rendah. Menurutnya, berdasarkan data United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO), di Indonesia dari 1.000 orang yang mempunyai kegemaran membaca hanya ada satu orang. "Dari satu orang itu daya serap membacanya hanya 55 persen, tidak semua yang dibaca terserap," ujar Monika, Kamis (29/11/2018).

Di DIY, dari 1.000 orang hanya ada 47 orang yang gemar membaca. "Dengan kondisi seperti itu, kemudian kami bekerjasama dengan Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan, agar budaya membaca dekat dengan masyarakat," ungkap Monika.

Pada Kamis, BPAD DIY menggelar Roadshow Minat Baca di Balai Desa Sendangtirto, Berbah. Menurut Monika tujuan acara tersebut sebagai upaya BPAD DIY untuk menggerakan budaya literasi di masyarakat.

Monika juga mengatakan berbagai inovasi dikenalkan kepada masyarakat. BPAD DIY mempunyai inovasi dengan aplikasi i-jogja, perpustakaan keliling yang bekerjasama dengan semua kabupaten/kota di DIY dengan menyediakan pojok baca.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Sleman, Ayu Laksmi Dewi Tri Astika Putri, mengatakan di Sleman ada satu target yaitu Sleman menuju kabupaten dengan Smart Regency. Salah satu faktor yang menentukan target tersebut yaitu di bidang literasinya. "Pada masterplan yang sudah disusun untuk Sleman Smart Regency, literasi juga menentukan khususnya untuk mendukung Sleman yang cerdas harus berbasis teknologi," katanya, Kamis.

Berbagai inovasi program diterapkan DPK Sleman, seperti perpustakaan keliling, pojok baca di desa wisata serta tempat strategis lainnya. Selain itu ada juga e-book yang bisa diakses melalui android.

Ketua Komisi D DPRD DIY, Kuswanto, mengatakan jajarannya mendukung berbagai program inovatif guna mendorong minat baca masyarakat. "Fakta di lapangan minat baca masih kurang. Kami mendorong program yang baik untuk masyarakat," kata Kuswanto.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online