Hantavirus Belum Ditemukan di Gunungkidul, Warga Tetap Diminta Waspada
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Riko Sanjaya (depan dua kanan) saat memaparkan kronologis penangkapan SH dkk dalam jumpa pers di halaman Mapolres Gunungkidul, Kamis (13/12/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal, Polres Gunungkidul membekuk komplotan pencuri spesialis alat berat. Sasaran pencurian yang dilakukan tidak hanya di wilayah Gunungkidul, sebab komplotan ini telah beraksi di Jawa Tengah hingga Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Di dalam pengungkapan kasus ini, polisi berhasil mengamankan tiga tersangka, yakni SH,39; IKS,34 dan HT,31. Atas perbuatannya tersebut, ketiga tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara maksimal sembilan tahun.
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Riko Sanjaya mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula kasus pencurian sparepart alat berat di Desa Gading, Playen pada akhir Oktober lalu. Laporan ini ditindaklanjuti dengan penyelidikan hingga akhirnya mengarah ke SH dan kawan-kawan.
Menurut dia, proses penangkapan ketiga tersangka tidak semudah yang dibayangkan. Hal ini tidak lepas dari jangkauan wilayah pencuri yang lintas provinsi. Di pertengahan November lalu, sambung Riko, mengendus keberadaan komplotan ini di seputaran Jalan Gito-Gati, Sleman.
“Kita sudah kepung dan tersangka SH sudah kami tembak di bagian paha, tapi komplotan berhasil kabur,” katanya dalam jumpa pers di halaman Mapolres Gunungkidul, Kamis (13/12/218).
Mantan Kasat Reskoba Polres Gunungkidul ini mengungkapkan, kegagalan menangkap pelaku di kesempatan pertama tak membuat tim patah arang. Berbekal ciri fisik pelaku dan kendaraan yang digunakan, petugas terus melakukan penyelidikan dengan melibatkan koordinasi kepolisian antar wilayah. “Hingga akhirnya diketahui SH cs berada di Pemalang. Tim langsung meluncur dan membekuk tiga tersangka bersama barang bukti,” kata Riko.
Hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas, kawasan spesialis alat berat ini telah melancarkan aksinya di beberapa lokasi. Selain dua lokasi di Gunungkidul, ketiga pelaku diduga melakukan pencurian yang sama di wilayah Sleman, Sragen dan Bandungan, Jawa Tengah, serta satu lokasi di Kota Mataram, NTB. “Memang komplotan ini sudah ahli dan sasaran yang diambil adalah sparepart alat berat,” ungkapnya.
Meski telah mengamankan tiga tersangka, Riko mengaku terus mengembangkan kasus ini karena masih ada satu tersangka yang masih buron. “Akan kita keras terus sampai tertangkap,” katanya.
Selain ketiga tersangka, polisi juga mengamankan satu unit mobil Avanza L 1844 WD, sparepart alat berat, panel monitor, buku tabungan dan uang tunai Rp2,7 juta.
Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady memberikan apresiasi terhadap kinerja dari satreskrim untuk mengungkap kasus pencurian alat berat. Menurut dia, keberhasilan ini menjadi motivasi untuk memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat.
“Kami akan terus berupaya menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat,” katanya.
Menurut dia, untuk kamtibmas, polisi tidak bisa sendirian karena butuh partisipasi dari masyarkat. Salah satunya dengan mengawi keamanan di lingkungan sekitar. “Jika memang ada yang mencurigakan, silahkan laporkan dan kami akan menindaklanjutinya,” kata Ahmad.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2
Rute Trans Jogja 2026 makin luas dengan pembayaran digital memakai GoPay dan kartu elektronik. Cek daftar jalur dan tarif terbaru di DIY.
Sharp Indonesia Hadirkan Professional Portable Speaker Terbaru dengan Suara Powerful untuk Karaoke hingga Live Performance
Menlu Sugiono memastikan penangkapan WNI dalam misi Gaza bukan penyanderaan. Pemerintah RI terus mengupayakan pemulangan mereka.
Daihatsu terus mendekatkan diri kepada seluruh masyarakat di Indonesia melalui semangat campaign “Karena Kamu Ada”.