Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Ilustrasi kemiskinan./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Angka kemiskinan di Gunungkidul turun 1,5% di 2018. Capaian ini melebihi target penurunan yang dipatok 1% di setiap tahunnya.
Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statstik (BPS) diketahui angka kemiskinan di Gunungkidul terus menurun. Hasil pendataan di 2018, warga miskin mencapai 17,12%. Jumlah ini menurun 1,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang capainya di angka 18,65%. “Angkanya terus turun dan capaian melebihi target di setiap tahun yang mematok penurunan 1%,” kata Immawan kepada wartawan, Rabu (2/1/2018).
Dia mengakui, meski capaian telah melebihi target, namun dari sisi prosentase masih kalah dengan Kulonprogo yang penurunannya mencapai 1,7% di 2018. “Bukan masalah karena di sana [Kulonprogo] sangat terbantu dengan investasi besar, salah satunya keberadaan pembangunan bandara,” ujarnya.
Immawan menjelaskan, penurunan angka kemiskinan di Gunungkidul dipengaruhi beberapa faktor. Untuk 2018, kata dia, di sektor kepariwisataan masih memberikan andil yang besar. Namun yang tak kalah penting juga terdongkrak dengan hasil panen pertanian yang baik. Sedang dari intensitas panen juga bertambah sehingga berpengaruh terhadap tingkat pendapatan masyarakat. “Biasanya yang panen sekali menjadi dua kali, yang dua kali menjadi tiga kali. Jelas masa panen yang bertambah sangat berpengaruh. Selain itu, faktor lain yang membuat kemiskinan turun melebihi target karena tingkat inflasi yang cenderung stabil,” kata mantan Ketua DPW PAN DIY ini.
Meski terus mengalami penurunan, tingkat kemiskinan di Gunungkidul masih termasuk daerah paling banyak memiliki warga miskin di DIY. Untuk mengoptimalkan program pengentasan kemiskinan, pemkab telah menyiapkan berbagai program yang siap dilaksanakan di tahun ini. “Kita tetap fokus dan siap melakukan akselerasi. Untuk penanggulangan, kami tidak sendiri karena ada dukungan dari provinsi maupun pemerintah pusat,” ungkapnya.
Angka Kemiskinan di Gunungkidul
2015 21,73%
2016 19,34%
2017 18,65%
2018 17,12%
Sumber: Pemkab Gunungkidul
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.