Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi kemiskinan./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Angka kemiskinan di Gunungkidul turun 1,5% di 2018. Capaian ini melebihi target penurunan yang dipatok 1% di setiap tahunnya.
Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statstik (BPS) diketahui angka kemiskinan di Gunungkidul terus menurun. Hasil pendataan di 2018, warga miskin mencapai 17,12%. Jumlah ini menurun 1,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang capainya di angka 18,65%. “Angkanya terus turun dan capaian melebihi target di setiap tahun yang mematok penurunan 1%,” kata Immawan kepada wartawan, Rabu (2/1/2018).
Dia mengakui, meski capaian telah melebihi target, namun dari sisi prosentase masih kalah dengan Kulonprogo yang penurunannya mencapai 1,7% di 2018. “Bukan masalah karena di sana [Kulonprogo] sangat terbantu dengan investasi besar, salah satunya keberadaan pembangunan bandara,” ujarnya.
Immawan menjelaskan, penurunan angka kemiskinan di Gunungkidul dipengaruhi beberapa faktor. Untuk 2018, kata dia, di sektor kepariwisataan masih memberikan andil yang besar. Namun yang tak kalah penting juga terdongkrak dengan hasil panen pertanian yang baik. Sedang dari intensitas panen juga bertambah sehingga berpengaruh terhadap tingkat pendapatan masyarakat. “Biasanya yang panen sekali menjadi dua kali, yang dua kali menjadi tiga kali. Jelas masa panen yang bertambah sangat berpengaruh. Selain itu, faktor lain yang membuat kemiskinan turun melebihi target karena tingkat inflasi yang cenderung stabil,” kata mantan Ketua DPW PAN DIY ini.
Meski terus mengalami penurunan, tingkat kemiskinan di Gunungkidul masih termasuk daerah paling banyak memiliki warga miskin di DIY. Untuk mengoptimalkan program pengentasan kemiskinan, pemkab telah menyiapkan berbagai program yang siap dilaksanakan di tahun ini. “Kita tetap fokus dan siap melakukan akselerasi. Untuk penanggulangan, kami tidak sendiri karena ada dukungan dari provinsi maupun pemerintah pusat,” ungkapnya.
Angka Kemiskinan di Gunungkidul
2015 21,73%
2016 19,34%
2017 18,65%
2018 17,12%
Sumber: Pemkab Gunungkidul
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.