Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Logo Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul menargetkan program fisik masuk proses lelang di triwulan pertama 2019. Hal ini dilakukan agar pengerjaan memiliki rentang waktu yang panjang sehingga kualitasnya tidak asal-asalan.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul Eddy Praptono mengatakan, pihaknya sudah melakukan evaluasi terkait kinerja di 2018. Hasilnya ada beberapa catatan, salah satunya berkaitan dengan pelaksanaan program fisik yang molor dari target.
Menurut dia, molornya program dapat dilihat dari pelaksanaan lelang. Seharusnya, sambung Eddy, pada triwulan kedua, proses lelang di 2018 selesai dan sudah memasuki pengerjaan. Namun faktanya, masih ada beberapa kegiatan fisik yang masih dalam proses lelang.
“Ini salah satu catatan kami di 2018. Untuk kegiatan, semua dapat selesai tepat waktu,” katanya, Jumat (4/1/2019).
Oleh karenanya, Eddy pun tidak ingin hal yang sama terulang sehingga menargetkan program fisik di DPUPRKP sudah masuk tahapan lelang di triwulan pertama 2019. “Mudah-mudahan bisa terpenuhi sehingga waktu pengerjaan tidak mepet di akhir tahun,” ungkapnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Cipta Karya, DPUPRKP Gunungkidul Agus Subaryanto. Menurut dia, di tahun ini ada beberapa kegiatan fisik yang harus dibangun. Beberapa kegiatan tersebut meliputi, penyelesaian RSUD Saptosari, pembangunan gedung BPBD, pembangunan rumah sakit tipe D di Patuk dan Ponjong.
“Semua sudah diprogramkan di APBD 2019,” kata Agus.
Menurut dia, untuk mencapai target di triwulan pertama, saat ini sudan mulai mempersiapkan dokumen perencanaan untuk lelang pengerjaan fisik. “Ya mudah-mudahan semua berjalan lancar sehingga target dapat terpenuhi,” katanya.
Anggota DPRD Gunungkidul Ery Agustin Sudiyati berharap kepada pemkab, khususnya DPUPRKP selaku OPD teknis untuk benar-benar merealisasikan janji tersebut. Pasalnya, selama ini proses perencanaan hingga pengerjaan fisik banyak dilakukan mendekati tahun akhir anggaran.
“Kalau bisa dipercepat. Salah satunya proses lelang sudah dimulai di awal tahun sehingga ada waktu pengerjaan yang panjang,” katanya.
Menurtu dia, jika pengerjaan menumpuk di akhir tahun anggaran akan berdampak banyak. Selain adanya pengerjaan yang molor, kualitas pekerjaan juga akan sangat berpengaruh.
“Biasanya kalau sudah dekat akhir tahun, yang penting selesai dan kualitas urusan belakangan. Jangan sampai ini terjadi, jadi untuk antisipasi program harus dilaksanakan sejak awal tahun,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.