Ilustrasi BPNT./Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, KULONPROGO—Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mendapat Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) pada tahun ini bertambah 3.793 KPM. Di tahun lalu ada 47.233 KPM sedangkan tahun ini meningkat jadi 51.026 KPM.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo Eko Pranyoto mengungkapkan untuk tambahan 3.793 KPM tersebut, instansinya menargetkan akan bisa disalurkan di bulan ini.
Sebelum 3.793 KPM menerima BPNT, terlebih dahulu harus diberi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) untuk bertransaksi. “Tiap bulannya warga bisa bertransaksi menggunakan KKS di e-Warong,” ungkapnya, Rabu (16/1/2019).
Tiap bulannya masing-masing KPM mendapat BPNT Rp110.000 dari pemerintah. Di Kulonprogo sudah terdapat 111 e-Warong dan ditargetkan akan ditambah lagi. Ditargetkan satu e-Warong melayani sampai 500 KPM.
KPM sudah bisa bertransaksi menggunakan KKS sejak Juli tahun lalu. Dalam pelaksanaannya, terkadang KPM terkendala masalah teknis dalam bertransaksi. Mereka terkadang salah nomor informasi pribadi (PIN), saldo keliru serta sinyal jelek.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos P3A Kulonprogo Abdul Kahar mengatakan kantornya turut mendorong e-Warong agar bisa menyediakan pangan bagi KPM dengan kualitas baik. “Setiap bulannya diharapkan KPM bisa bertransaksi sesuai kebutuhan. Tiap bulannya maksimal bisa bertransaksi Rp110.000. Kalau tidak bertransaksi, data KPM-nya bisa berubah, bisa tidak tercatat lagi sebagai KPM,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.