Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Objek wisata Pantai Glagah, Desa Glagah, Kecamatan Temon, Minggu (6/1/2019)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulonprogo menaksir anggaran yang dibutuhkan dalam penataan fisik kawasan Pantai Glagah di Kecamatan Temon mencapai Rp69 miliar.
Anggaran ini bakal dialokasikan guna membangun sejumlah fasilitas, di antaranya gerbang masuk baru, area foto, zona bermain anak, tempat kuliner, kawasan penjualan cinderamata dan bangunan pusat informasi turis.
Fasilitas tersebut berdasarkan detailed engineering design (DED) penataan Glagah yang rampung akhir tahun lalu. Untuk memenuhi besarnya anggaran, Dispar Kulonprogo akan mengupayakan berbagai sumber dana, salah satunya Dana Keistimewaan (Danais).
“Mencoba berbagai cara mencari dana karena memang kebutuhan uangnya cukup besar,” kata Kepala Dispar Kulonprogo, Niken Probo Laras, Kamis (24/1/2019). Dispar segera menyampaikan perkembangan penataan Pantai Glagah ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY antara akhir Januari dan awal Februari.
Apa saja isi DED penataan Glagah? Berikut detailnya. Ada fokus penataan pada area sekitar laguna dan sisi timur kawasan Pantai Glagah karena yang menjadi titik utama keramaian wisatawan. Kemudian lahan di sisi barat digunakan sebagai batas hijau bagi NYIA dengan menjadi kawasan hutan cemara udang.
Ada juga dermaga perahu wisata di Sungai Serang yang berdekatan dengan Pantai Glagah direvitalisasi untuk menambah atraksi objek wisata serta jarak tempar parkir kendaraan dari area utama dibuat jauh untuk menghindari kesemrawutan. Pengunjung memiliki dua pilihan, diangkut dengan kendaraan shuttle atau berjalan kaki menuju area utama.
Dalam DED dirancang Pantai Glagah hingga Pantai Congot seluas 78,5 hektare direncanakan sebagai kawasan konservasi dengan hutan cemara udang. Pengembangan Pantai Glagah menjadi area wisata dan konservasi akan memanfaatkan lahan seluas 56,9 hektare di sisi timur yang berbatasan dengan Sungai Serang.
Terakhir, area pantai Glagah sepanjang 1,5 KM akan dikembangkan dari muara Sungai Serang ke arah barat serta motif batik geblek renteng akan menjadi ornamen dalam beberapa instalasi di Pantai Glagah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.