Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Ilustrasi rupiah/Reuters
Harianjogja.com, BANTUL--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul mempertanyakan nilai penyertaan modal sebesar Rp1,8 miliar ke Perseroan Terbatas (PT) Aneka Dharma pada 2019 ini. Pasalnya nilai penyertaan modal yang diusulkan Pemerintah ke DPRD Bantul saat itu sepakat untuk dipangkas.
"Kami sudah minta untuk dirasionalisasikan. Sejauh saya tahu [penyertaan modal] 2019 dipangkas dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah sudah sepakat," kata Anggota Komisi B DPRD Bantul, Setiya, Sabtu (26/1).
Ia heran angka itu kembali muncul. Dalam penyertaan modal itu, Setiya juga meminta agar pencairan modal dilakukan secara bertahap sesuai laporan kinerja. "Kalau dicairkan sementara tidak ada kejelasan laporan ya kami pertanyakan," ujar dia.
Nominal penyertaan modal ke Aneka Dharma sebesar Rp1,8 miliar diungkapkan oleh Direktur Utama PT.Aneka Dharma, Aditya Heru Nurmoko. Bahkan Aditya menyatakan dana penyertaan modal itu diklaim sudah persetujuan legislatif dan eksekutif. Dana itu juga akan dicairkan sekitar April-Agustus. Namun Aditya tidak tahu tepatnya.
Penyertaan modal itu rencanakan akan digunakan untuk mengembangkan usaha. Salah satunya sebagai penyuplai material bangunan. Suplai material ini kerjasama denan PT.Adhi Karya. Aditya mengatakan kerjasama dengan PT. Adhi Karya sudah dimulai sejak November 2018 lalu dan hasilnya bagus, pembagian hasil juga tepat waktu.
Tahun lalu PT.Aneka Dharma baru menanamkan modalnya di PT. Adhi Karya sebesar Rp200 juta dengan keuntungan sebesar 10%. Tahun ini pihaknya akan menambah modal di PT.Adhi Karya sebesar Rp700 juta dengan keuntungan yang sama dengan tahun lalu, yakni 10% dari total modal.
"Ini kan sudah ada kepastian 10 persennya saja sudah bisa menutup biaya operasional," kata Aditya. Biaya operasional PT Aneka Dharma dalam sebulan mencapai Rp50-50 juta yang sebagian besar untuk sumber daya manusia.
Sejauh ini perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Bantul itu bergerak di bidang jasa percetakan, fotokopi, dan penjualan alat tulis kantor. Aditya menyatakan jasa percetakan dan fotokopi masih berjalan seperti biasa namun hasil dari jasa tersebut belum bisa menutup biaya operasional selama ini sehingga pihaknya perlu mencari terobosan yan bisa menutup biaya operasional bulanan.
Pilihan sebagai penyuplai material bangunan karena dianggap menguntungkan. Selain itu banyak peluang karena banyak program strategis di DIY yang membutuhkan material, di antaranya bandara, underpass bandara, underpass Kentunan. Tidak hanya itu, PT.Adhi Karya sebagai perusahaan BUMN yan diajak kerjasama dengan Aneka Dharma juga reputasinya dinilai cukup baik.
"Kalau dengan perusahaan BUMNTidak munkinlah sampai tidak dibayar," kata Aditya. Iya yakin tahun ini Aneka Dharma akan untung dan dapat memberi keuntungan ke Pemerintah Kabupaten Bantul yang ditaret sekitar Rp180 jutaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.