Pendapatan Gunungkidul 2027 Diproyeksikan Rp1,9 Triliun
Pendapatan Gunungkidul 2027 diproyeksikan Rp1,903 triliun, sementara belanja mencapai Rp1,970 triliun dengan defisit Rp67,11 miliar.
Pelaksanaan sosialisasi germas di Dusun Gumbeng, Desa Giripurwo, Purwosari. Jumat (8/2/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Warga masyarakat di Kabupaten Gunungkidul diajak untuk mengurangi konsumsi nasi dan memperbanyak makan sayuran. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh.
Ajakan untuk memperbanyak konsumsi sayuran diungkapkan oleh Seksi Penjaminan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Wahyu Widi, saat menyosialisasi gerakan masyarakat sehat (germas) di Dusun Gumbeng, Desa Giripurwo, Kecamatan Purwosari, Jumat (8/2/2019).
Menurut Wahyu untuk saat ini porsi nasi yang dikonsumsi warga lebih banyak sehingga jumlah karbohidrat yang masuk juga lebih banyak. Kondisi ini jika tidak diantisipasi dapat menyebabkan kegemukan sehingga salah satu solusinya harus rajin bergerak dengan cara berolahraga. Untuk menjaga kesehatan warga diajak mengurangi nasi dan menambah jumlah sayuran yang dikonsumsi. “Untuk sayuran bisa apa saja, terutama memanfaatkan yang ada di sekitar rumah,” katanya kepada wartawan, Jumat.
Dia menjelaskan konsumsi sayur memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Selain memperlancar pencernaan, sayuran juga dapat berfungsi untuk menurunkan risiko terjangkit penyakit. “Jadi untuk gerakan sehat ini kami mengampanyekan agar mengurangi nasi dan memperbanyak makan sayur,” katanya.
Disinggung mengenai potensi penyakit di masyarakat, Wahyu menuturkan hasil kajian di 2018 menyebutkan di DIY didominasi penyakit tidak menular seperti kanker, hipertensi dan jantung. “Ketiga jenis penyakit ini harus diwaspadai dan bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat serta rutin berolahraga,” katanya.
Salah seorang warga Desa Giripurwo, Sunarti, mengaku hingga saat ini nasi masih menjadi makanan pokok utama. Sedang untuk sayur mayur masih sebatas pelengkap. “Saya baru tahu lewat sosialiasi germas. Ternyata kalau kebanyakan makan nasi tidak baik untuk kesehatan,” katanya.
Sunarti mengungkapkan di dalam sosialisasi selain diajak menjaga pola makan warga juga diajak untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. “Informasi yang diberikan sangat bermanfaat karena menambah pengetahuan kami dalam urusan kesehatan. Salah satunya kami diajari bagaimana menyusun menu makanan dengan gizi yang baik sehingga baik untuk kesehatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendapatan Gunungkidul 2027 diproyeksikan Rp1,903 triliun, sementara belanja mencapai Rp1,970 triliun dengan defisit Rp67,11 miliar.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 31 Agustus 2026 lengkap rute YIA-Stasiun Tugu Yogyakarta beserta jam keberangkatan terbaru.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Senin 31 Agustus 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Jadwal KRL Palur-Jogja Senin 31 Agustus 2026 tersedia mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB. Simak jadwal tiap stasiun.
Said Iqbal meminta RUU Perlindungan Ketenagakerjaan disahkan maksimal Oktober 2026 tanpa mengorbankan hak buruh.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 31 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Klaten, Solo hingga Palur.