Prediksi Bali United vs Persita Tangerang: Susunan Pemain, H2H, Skor
Bali United bermodal dua kemenangan beruntun, yang keseluruhan didapatkan ketika bermain tandang, Sementara itu Persita datang dengan modal yang lebih bagus lag
Ilustrasi rumah sakit/Reuters
Harianjogja.com, BANTUL—Kendati belum memiliki kepastian izin operasional, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul tetap menganggarkan Rp3,7 miliar untuk operasional rumah sakit tipe D di Bantul.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Bantul, Agus Tri Widiyantara mengatakan izin operasional sejauh ini belum bisa diproses karena izin pemanfaatan lahan yang digunakan untuk rumah sakit tipe D itu belum keluar. Izin pemanfaatan lahan tersebut, kata dia, harus melalui Gubernur DIY karena akan memanfaatkan lahan kas desa. "Kalau izin dari Gubernur DIY turun, izin operasional segera diproses," kata dia kepada Harianjogja.com, Rabu (20/2/2019).
Agus mengatakan angaran operasional sebesar Rp3,7 miliar itu sengaja disiapkan jika sewaktu-waktu izin pemanfaatan lahan keluar. Dengan begitu izin operasional bisa diproses dan rumah sakit tipe D bisa langsung beroperasi tanpa harus menungu tahun anggaran berikutnya. “Itulah, kami tidak tahu kapan operasional rumah sakit itu [rumah sakit tipe D] bisa beroperasi,” ucap dia.
Selain menyiapkan anggaran operasional, Dinkes Bantul juga berencana memperluas lahan rumah sakit tipe D tersebut jadi 3.000 meter persegi. "Untuk menambah lahan mudah-mudahan tahun ini bisa dilakukan apprasial sehingga pengadaannya bisa dilakukan pada 2020," ujar Agus.
Terkait dengan hal ini, Agus mengaku sudah pernah dibahas saat musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) Kecamatan Bambanglipuro. Namun dalam musrenbang itu, kegiatan pembebasan tanah dan pembangunan gedung rumah sakit tipe D di Jalan Samas, Dusun Selo, Sidomulyo, itu masuk perioritas keempat. “Kebutuhan anggaran pengadaan lahan dan pembangunan gedung rumah sakit sekitar Rp2,5 miliar,” ucap Agus.
Sebelumnya dia mengatakan bahwa rumah sakit tipe D di Kecamatan Bambanglipuro menjadi kebutuhan karena selma ini Pemkab Bantul belum memilikinya. Sistem rujukan BPJS yang mengharuskan berjenjang juga mendorong rumah sakit tipe D dipercepat.
Anggota Komisi D DPRD Bantul, Paidi sangat mendukung kehadiran rumah sakit tipe D di wilayah selatan Bantul. Rumah sakit rujukan kelas III itu sangat dibutuhkan di wilayah selatan Bantul yang masih minim jumlah rumah sakit.
Padahal sekitar 21% penduduk Bantul ada di wilayah selatan seperti, Sanden, Kretek, Pundong, Pandak, dan Srandakan. Karena itu dia berharap izin pemanfaatan lahan kas desa segera diproses Gubernur DIY. Politikus Partai Golkar ini juga mengaku sudah mengetahui adanya rencana perluasan rumah skit tipe D tersebut, "Saya akan mengawalnya program perluasan rumah sakit ini di tingkat kabupaten nanti," ujar Paidi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bali United bermodal dua kemenangan beruntun, yang keseluruhan didapatkan ketika bermain tandang, Sementara itu Persita datang dengan modal yang lebih bagus lag
Mario Suryo Aji turun ke posisi 24 klasemen Moto2 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera. Manuel Gonzalez kukuh di puncak.
Pelajar asal Ngampilan tewas dibacok dalam aksi klitih di Kotabaru Jogja setelah diduga dikejar pelaku dari Jalan Magelang.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.