Dinkes DIY Soroti Gejala Gangguan Mental pada Pelajar SMP dan SMA
Dinkes DIY memprioritaskan penanganan kesehatan mental pelajar setelah hasil CKG menemukan sekitar lima persen siswa SMP dan SMA mengalami kecemasan ringan.
Bupati Sleman Sri Purnomo saat melihat proses pembuatan Kopi Merapi dalam acara peluncuran kalender of event 2019 di Atrium Shinta Sleman City Hall, Selasa (5/3/2019). /Harian Jogja- Hafit Yudi Suprobo.
Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Sleman meluncurkan kalender of event 2019 bertempat di Atrium Shinta Sleman City Hall, Selasa (5/3).
Kepala Dinas Pariwisata Sleman Sudarningsih mengatakan, peluncuran kalender tersebut merupakan upaya untuk memberikan informasi kepada warga Sleman dan wisatawan khususnya agenda bik skala lokal maupun internasional di Sleman selama kurun waktu 2019. "Adanya sebuah event merupakan salah satu upaya untuk menarik minta wisata untuk berkunjung ke suatu daerah," kata Sudarningsih kepada awak media di sela-sela kegiatan peluncuran Kalender of Event 2019.
Tak hanya itu, Sudarningsih juga mengatakan jika terselenggaranya kalender of event 2018 itu berasal dari sinergi antara dinas yang ada di Sleman. "Misalnya Dinas Pekerjaan Umum Sleman yang akan mengadakan Hari Air Sedunia, kemudian, ada juga event dari Disperindag, Dinas Kebudayaan, Dinas Pertanian, dan lainnya," kata Sudarningsih.
Ke depan, pihaknyaakan berkolaborasi untuk menggagas agenda selama satu yang akan diselenggarakan tiap tahunnya. "Tahun ini Dinpar Sleman menjadi yang pertama untuk meluncurkan kalender of event 2019," ujarnya.
Sudarningsih mengatakan dengan target 10 juta kunjungan wisatawan pada 2019 ini, pihaknya membenahi infrastruktur di beberapa objek wisata seperti toilet, tempat ibadah, dan tempat parkir. Mulai dari Kaliurang, Lava Bantal, dan Tebing Breksi, serta sejumlH desa desa wisata.
Faktor SDM juga menjadi sasaran Dinpar untuk mendorong kunjungan wisatawan ke wilayah Sleman. Pengelola objek wisata didorong agar bisa menyajikan atraksi maupun objek wisata di Sleman dengan baik. "Termasuk 800 pengelola jeep volcano tour, kita setiap Minggu kita adakan pelatihan dengan IOF dan Dinas Perhubungan agar bisa melayani wisatawan dengan lebih baik," ujarnya.
Desa wisata juga menjadi variabel penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke kabupaten Sleman. "Kami sekarang punya 47 yang tadinya 31, inilah yang akan menjadi modal kami untuk mendatangkan wisatawan lebih masif ke Kabupaten Sleman insyaallah tantangan Bupati akan kita capai," ucapnya.
Ia optimistis Sleman bakal mencapai target kunjungan wisatawan sebanyak 10 juta di 2019 ini. "Insya Allah tantangan Bupati akan bisa kita capai, karena tahun lalu saja kita ditarget 7,2 juta kunjungan dan kita bisa mencapai 8 juta, jadi kita yakin," kata Sudarningsih.
Bupati Sleman Sri Purnomo berharap kalender tersebut informasi terkait spot-spot kegiatan atau event di Sleman akan diketahui oleh masyarakat luas. Ia meminta dinas harus mempersiapkan agenda yang mereka miliki dengan baik. "Publikasinya harus baik, agar agenda atau destinasi wisata akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang pada akhirnya memutuskan untuk berkunjung ke Sleman," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes DIY memprioritaskan penanganan kesehatan mental pelajar setelah hasil CKG menemukan sekitar lima persen siswa SMP dan SMA mengalami kecemasan ringan.
Minyakita diduga berbau solar ditarik dari peredaran. Kemendag ancam sanksi tegas, Bulog pastikan penggantian untuk warga.
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran dihadiri ribuan pelayat dan tokoh dunia, berlangsung hingga sepekan.
Persib Bandung resmi datangkan Ragnar Oratmangoen dengan kontrak 3 tahun. Tambah kekuatan untuk Liga dan Asia.
Kapolri Listyo Sigit lantik 8 pejabat Polri termasuk 6 Kapolda. Ini daftar lengkap dan pesan penting untuk pelayanan publik.
Pertamina RJBT salurkan 9,3 juta liter avtur untuk 208 penerbangan haji 2026 di Solo dan Jogja.