RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Anggota DPRD DIY Danang Wahyu Broto saat berbicara dalam sosialisasi soal gender di Balai Desa Argorejo, Sedayu, Rabu (6/3/2019)./ Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com , BANTUL--Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY meminta perencanaan dan pembangunan tingkat desa tidak hanya fokus membangun infrastruktur, namun juga membangun sumber daya manusia (SDM).
Dalam pembangunan SDM juga harus melibatkan semua pihak, "Kami dorong pemerintah desa dan semua stakeholder di desa agar dalam perencanaan penganggaran pembangunan lebih responsif gender," kata Kepala Bidang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan DP3AP2 DIY, Nelly Tristiana dalam acara sosialisasi pemahaman gender untuk masyarakat DIY 2019 di Balai Desa Argodadi, Sedayu, Rabu (6/3/2019).
Dalam proses perencanaan dan pembangunan, Nelly meminta semua kelompok masyarakat dilibatkan termasuk dari kelompok yang sering terlupakan, seperti kaum perempuan, penyandang disabilitas, ibu-ibu hamil, anak-anak, dan lanjut usia atau lansia. "Kelompok tersebut terkadang tidak mendapat porsi yang setara dalam pembangunan," kata dia.
Karena itu pemerintah desa perlu melihat kembali apakah kelompok-kelompok yang terafirmasi tersebut sudah terakomodir dalam pembangunan. Jika sudah apakah semua program itu benar-benar dibutuhkan atau tidak. Sebab, kata Nelly jika hanya sekedar program akan menjadi percuma.
Selain itu Nelly juga mengajak semua masyarakat di Argodadi untuk memahami bahwa gender bukanlah persoalan perempuan namun lebih pada penyetaraan peran fungsi dalam kehidupan sosial. "Bukan berarti perempuan minta diistimewakan tapi ada pembagian peran," kata dia.
Meski sudah banyak perempuan yang menempati pos-pos jabatan publik, namun pembagian peran belum berjalan. Ia mencontohkan terkadang masih ada anggapan bahwa kewajiban mengerjakan pekerjaan rumah dan mengurus anak adalah perempuan.
Ia tidak memungkiri pengarus budaya patriarki juga masih cukup kuat sehingga peran ganda perempuan di rumah terkadang mendapat dukungan dari kaum perempuan juga. Nelly juga berbagai pengalaman dalam sebuah diskusi ditanya oleh peserta bahwa suaminya itu sudah berbagi peran di antaranya mengasuh anak dan menjemur pakaian.
Namun saat menjemur itu ada yang menegur tetangganya yang kebetulan perempuan, "Wong lanang kok jerengi pakaian? Istrinya kemana," cerita Nelly. Dari cerita tersebut menunjukan budaya patriarki masih mendapat dukungan dari kaum perempuan juga. Padahal baik laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama dalam melaksanakan kegiatan di masyarakat.
Sementara itu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, Danang Wahyu Broto mendukung adanya sosialisasi pemahanan soal gender ke masyarakat. Ia juga meminta masyarakat untuk menyamaikan persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Minyakita diduga berbau solar ditarik dari peredaran. Kemendag ancam sanksi tegas, Bulog pastikan penggantian untuk warga.
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran dihadiri ribuan pelayat dan tokoh dunia, berlangsung hingga sepekan.
Persib Bandung resmi datangkan Ragnar Oratmangoen dengan kontrak 3 tahun. Tambah kekuatan untuk Liga dan Asia.
Kapolri Listyo Sigit lantik 8 pejabat Polri termasuk 6 Kapolda. Ini daftar lengkap dan pesan penting untuk pelayanan publik.
Pertamina RJBT salurkan 9,3 juta liter avtur untuk 208 penerbangan haji 2026 di Solo dan Jogja.