Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Ilustrasi Minapadi/JIBI
Harianjogja.com, WONOSARI – Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mulai mengembangkan padi jenis hibrida. Padi ini diprediksi dapat meningkatkan produktivitas pertanian hingga 13 ton per hektare.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, padi hibrida yang dikembangkan merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian. Untuk tahap awal, bantuan diberikan kepada kelompok tani di 15 kecamatan. Total luas tanam padi hibrida mencapai 4.000 ha. “Sudah ditanam pada masa tanam kesatu. Untuk saat ini, padi hibrida sudah mulai memasui masa panen,” kata Raharjo kepada wartawan, Senin (11/3/2019).
Dia menjelaskan, padi hibrida yang ditanam ada beberapa jenis mulai dari arize dan hibrida intani 602 dan intani 301. Berdasarkan hasil dari penelitian, padi hibrida sangat cocok ditanam di lahan yang kering, seperti di Gunungkidul. Selain itu, dari hasi juga lebih tinggi dibandingkan dengan jenis padi yang biasa.
Sebagai gambaran, sambung Raharjo, untuk padi varietas ciherang, panen yang dihasilkan bisa mencapai delapan ton. Sementara untuk jenis hibdrida bisa mencapai sepuluh ton, bahkan untuk jenis arize yang ditanam di Dusun Kutugan, Desa Pundungsari bisa mencapai 13 ton per hektare. “Sudah bisa dibuktikan dan padi hibrida yang ditanam akan terus dikembangkan,” kata mantan Kepala Bidang Binda Produksi ini.
Menurut Raharjo, dengan hasil panen yang lebih tinggi dapat memberikan harapan bagi para petani untuk meningkatkan kesejahteraan. “Saya yakin dengan panen yang maksimal, maka keuntungan yang didapatkan oleh petani bisa lebih besar lagi. Jadi, upaya peningkatan kesejahteraan dapat diwujudkan,” katanya.
Sementara itu, salah seorang petani di Dusun Lemahbang, Desa Candirejo, Semin, Sunardi mengaku belum mengetahui adanya padi jenis hibrida. Menurut dia, padi yang ditanam saat ini merupakan jenis yang saat ini banyak ditemui di pasaran. “Saya masih menanam jenis padi yang lama karena mudah ditemukan di pasaran,” katanya.
Dia pun berharap keberadaan jenis padi hibrida dapat disosialisasikan ke petani sehingga pilihan terkait dengan padi yang akan ditanam bisa lebih banyak lagi. “Ya kalau memang bisa meningkatkan produktivitas padi, maka saya tertarik menanam jenis padi hibrida,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.