Belasan Ribu Hektare Lahan Padi di Gunungkidul Dipanen Awal Maret

Panen padi di Desa Girijati, Kecamatan Purwosari pada awal Maret lalu. - Ist/DPP Gunungkidul.
12 Maret 2019 14:07 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI--Kabupaten Gunungkidul mulai memasuki musim panen padi. Pada awal Maret ini kurang lebih 17.028 hektare lahan padi telah dipanen. Sejak November 2018 luas lahan yang ditanami padi oleh para petani mencapai sekitar 48.567 hektare.

Kepala Bidang (Kabid) tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, puncak panen padi berada di bulan April mendatang. Lantaran, masih ada puluhan ribu hektare sawah yang belum panen.

"Sekitar 30.000 hektare sawah adalah sisa padi yang akan dipanen nanti," ucap dia kepada Harian Jogja, Senin (11/3/2019)

Lebih lanjut ia menjelaskan, setiap satu hektare sawah dapat menghasilkan sekitar 7,6 ton gabah kering. Saat disinggung kebutuhan beras untuk tiap kepala keluarga (KK) di Gunungkidul, dikatakan Raharjo, per KK membutuhkan 83 kilogram beras.

"Asumsinya begitu, kalau dilihat dari jumlah penduduk sekitar 700.000 orang, maka setiap tahunnya perlu sekitar 57.000 ton beras. Sedangkan, hasil keseluruhan panen petani di sini per tahun mencapai 120.000 ton beras," imbuhnya.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (gapoktan) Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari, Budiono menuturkan, sampai saat ini tidak ada hama atau gangguan lain yang menyebabkan gagal panen. Menuruntya, para petani bisa panen padi secara penuh.

"Kelihatannya hasil panen tahun ini maksimal," ujarnya.