Cegah Solar Tumpah di Jalan Jogja-Wonosari, Polisi Periksa Truk
Satlantas Polres Gunungkidul memeriksa tutup tangki BBM truk untuk mencegah tumpahan solar dan risiko kecelakaan di jalur Jogja-Wonosari.
Ketua KWT Maju Lestari Yuniasih memperlihatkan batang padi yang terserang hama uret, Rabu (13/2/2019). /Ist- KWT Maju Lestari.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Petani di Dusun Lemahbang, Desa Karangasem, Paliyan Gunungkidul mengeluhkan hama uret yang menyerang tanaman Padi Gogo. Ancaman hama ini sudah menyerang lahan seluas lima hektare.
Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Lestari, Dusun Lemahbang, Karangasem, Yuniasih mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap serangan hama uret. Menurut dia, ancaman hama ini sangat menganggu petani karena dapat berpengaruh terhadap produktivitas pada. “Sudah ada lima hektare lahan yang diserang hama uret,” kata Yuniasih, Rabu (13/2/2019).
Dia menjelaskan, hama uret menyerang pada akar tanaman padi. Akibatnya padi yang masih berusia tanam 70 sampai 80 hari mengering dan perlahan-lahan mati. “Di usia 70 hari, padi sudah mulai berisi, tapi karena terserang hama jadi mati mengering,” tuturnya.
Disinggung mengenai penyebab serangan hama uret, Yuniasih tidak tahu secara pasti. Meski demikian, ia menduga serangan disebabkan karena pemakaian pupuk kandang yang belum difermentasi. Selain itu, juga disebabkan karena curah hujan yang minim sehingga uret dapat tumbuh dengan subur. “Harapan kami ada bantuan dari dinas sehingga serangan hama bisa dicegah. Sebab jika terus dibiarkan, serangan bisa terus meluas,” ungkapnya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan mengenai serangan hama uret. Meski demikian, ia menilai serangan masih dalam skala yang kecil karena mayoritas lahan di Gunungkidul dalam kondisi baik. “Kurang dari 2% dari total lahan keseluruhan seluas 48.628 hektare. Jadi, kalau dilihat dari serangan masih terhitung kecil. Meski demikian, kami akan terus melakukan pemantauan,” katanya.
Menurut dia, minimnya serangan hama terhadap tanaman padi di lahan kering bisa terlihat di Kecamatan Rongkop dan Purwosari yang sudah mulai melakukan panen raya padi gogo. “Jadi serangan hanya di titik-titik tertentu,” imbuhnya.
Raharjo menjelaskan, untuk panen padi di lahan kering, produktivitasnya berbeda-beda. Sebagai contoh di wilayah Purwosari panen bisa mencapai tiga ton gabbah kering giling di setiap hektarenya. Namun kondisi berbeda terlihat di Desa Melikan, Kecamatan Rongkop, panennya bisa mencapai 6,5 ton per hektarenya.
Untuk menanggulangi hama uret, dinas pertanian dan apangan akan menerjunkan petugas ke lapangan. Selain itu, juga akan memberikan bantuan pestisida kepada petani. “Sudah kami siapkan, tapi untuk bantuan masih menunggu hasil rekomendasi dari petugas pengamat hama di kecamatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satlantas Polres Gunungkidul memeriksa tutup tangki BBM truk untuk mencegah tumpahan solar dan risiko kecelakaan di jalur Jogja-Wonosari.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Jumat, 30 Oktober 2026. Cek jam keberangkatan dan tarif ke Obelix Sea View serta Pantai Drini.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia untuk 5 rute dengan tarif normal Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Simak jam keberangkatan dan kedatangan.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia dari Stasiun Palur mulai pukul 05.00 WIB. Cek jadwal di setiap stasiun.