Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Seorang penari cilik menunjukkan keterampilannya menari dalam acara pentas seni budaya di Dusun Wanglu, Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong, Minggu (17/3/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Atraksi tari dan reog digelar di Balai Dusun Wanglu, Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong, Minggu (17/3/2019). Pentas ini terselenggara berkat dukungan dari Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY untuk mengembangkan wisata nonobjek di wilayah DIY.
Kepala Dusun Wanglu, Supadi, berterima kasih atas dukungan dari Pemda DIY sehingga acara pentas seni budaya dapat diselenggarakan di wilayahnya. Menurut dia, acara yang diisi dengan kesenian tari dan reog ini tidak hanya menjadi tontotan bagi masyarakat. Pentas yang digelar sekaligus menjadi upaya melestarikan seni adat dan tradisi yang ada. “Sangat meriah karena warga menyaksikan acara dari awal hingga akhir pementasan,” kata Supadi kepada Harian Jogja, Minggu.
Menurut dia, untuk pelestarian seni adat dan tradisi tidak hanya menampilkan acara pentas seni yang dilakukan oleh Sanggar Bayu Segoro. Sejumlah seniman di Wanglu mulai melatih anak-anak untuk belajar menari. Setiap bulannya ada dua kali pertemuan untuk mengajari anak-anak menari. “Belum banyak yang ikut, tetapi banyak yang mulai tertarik. Buktinya adik kami Cindi sudah berani tampil untuk pentas menari di acara seni budaya di Wanglu,” katanya.
Supadi menuturkan, untuk pentas seni budaya Dusun Wanglu memiliki banyak potensi karena ada grup campursari, reog, jatilan, tayub hingga dalang. Dia berharap dengan pentas seni ini generasi muda mau dan tergerak untuk melestarikan seni tradisi. “Kami tidak ingin kesenian tardisional hilang. Kami terus berusaha melestarikannya,” katanya.
Kepala Seksi Pengembangan Objek dan Daya Tarik Wisata Dinpar DIY, Titik Fatmadewi, mengatakan Pemda DIY konsisten mendukung upaya pengembangan potensi wisata di wilayah DIY. Menurut dia, pengembangan wisata tidak melulu berkaitan dengan objek, tetapi juga pementasan seni dan budaya.
Oleh karena itu fokus dalam pengembangan tidak hanya mengacu pada destinasi yang berupa potensi alam. Ada sektor lain yang dapat digarap sehingga dapat memberikan alternatif pilihan kepada pengunjung. “Pemerintah DIY sudah mencanangkan target untuk menjadi tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara. Jadi, untuk destinasi tidak hanya bergantung pada objek, tapi juga mengembangkan pentas seni budaya di masyarakat akan terus diperkenalkan,” katanya, Minggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.