DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Ilustrasi persiapan UNBK./Solopos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA dan sederajat dimulai Senin (25/3/2019). Untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik, sekolah diminta menyediakan generator set (genset) sehingga pelaksanaan ujian tidak ada gangguan.
Kepala Balai Pendidikan Menengah Gunungkidul, Sangkin, mengatakan secara umum persiapan UNBK untuk SMA dan SMK sudah 100%, sehingga seluruh sekolah siap menggelar ujian. Rencananya ujian untuk SMK dimulai pada Senin (25/3/2019) hingga Kamis (28/3/2019), dan untuk tingkat SMA dimulai pada 1 April 2019. “Secara teknis persiapan sudah selesai dan tinggal pelaksanaan saja,” kata Sangkin kepada wartawan, Rabu (20/3/2019).
Dia berharap pelaksanaan ujian dapat berjalan dengan lancar. Meski demikian, Sangkin tetap meminta sekolah berjaga-jaga, salah satunya menyediakan genset untuk antisipasi matinya jaringan listrik. Secara prinsip, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga DIY sudah menjalin kerja sama dengan PLN untuk tidak ada pemadaman selama ujian berlangsung. Namun, kata dia, potensi putusnya jaringan listrik tetap mungkin terjadi terutama disebabkan oleh faktor alam.
“Kalau faktor alam tidak bisa diprediksi. Jadi, lebih baik mengantisipasi dengan menyediakan genset sehingga saat listrik mati bisa dioperasikan dan tidak menggangu jalannya ujian,” katanya.
Untuk pengadaan genset, Sangkin mengaku sudah membuat imbauan agar sekolah menyediakan. “Ada sekolah yang sudah memiliki, tetapi ada juga yang belum. Bagi sekolah yang belum memiliki bisa menyewa genset,” katanya.
Kepala SMK Negeri 1 Tanjungsari, Muhammad Ikhsanudin, mengatakan kesiapan untuk penyelenggaraan UNBK. Meski sekolahnya sempat terendam air, namun tidak mengganggu pelaksanaan ujian karena ruangan komputer berada di tempat yang tinggi sehingga tidak terkena banjir. “Aman dan ujian bisa tetap dilaksanakan,” kata Ikhsan.
Menurut dia, dari sisi persiapan juga tidak ada masalah karena sudah menyiapkan genset untuk berjaga-jaga apabila ada jaringan listrik yang mati. “Kami sudah punya sendiri sehingga sudah siap. Jika ada mati lampu, maka genset yang dimiliki siap dihidupkan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala SMK Negeri 1 Purwosari, Musidah. Menurut dia jajarannya sudah siap mengelar UNBK. “Sudah siap dan kami juga telah menyediakan dua genset untuk berjaga-jaga apabila lisrik mati. Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan para siswa mendapatkan nilai yang baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.