Panen Singkong Gunungkidul Capai 22 Ton per Hektare
Panen singkong mulai berlangsung di Gunungkidul dengan produktivitas mencapai 22 ton per hektare. Hasil penjualan gaplek menjadi penopang ekonomi warga di tenga
Perahu wisata menyusuri kawasan objek wisata Klayar di Dusun Klayar, Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, beberapa waktu lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, serius untuk mengembangkan objek wisata Klayar di Dusun Klayar. Untuk pengembangan, pemdes setempat mengalokasikan anggaran ratusan juta rupiah yang digunakan pelebaran area objek serta kawasan parkir.
Kepala Desa Kedungpoh, Mugiharto, mengatakan objek wisata Klayar merupakan destinasi baru di Gunungkidul yang mengandalkan wisata air dari sumber yang dibendung. Bendungan ini membentuk danau dengan panjang 304 meter dan lebar 12 meter dengan kedalaman tiga meter.
Menurut dia, upaya pengembangan sudah dimulai beberapa tahun lalu. Namun demikian, tahun ini pemdes mengalokasikan anggaran Rp172 juta untuk perluasan objek dan pembuatan area parkir. “Pengerjaan masih berjalan,” kata Mugiharto kepada Harian Jogja, Sabtu (23/3/2019).
Dia menjelaskan, pengembangan objek wisata Klayar memiliki banyak tujuan. Selain untuk menggerakkan roda perekonomian serta upaya mengurangi pengangguran, keberadaan objek ini diharapakan mampu mendongkrak pendapatan asli desa dari sektor kepariwisataan. “Keberadaa objek wisata ini sangat bermanfaat bagi upaya menyejahterakan masyarakat di lingkungan sekitar,” katanya.
Mugiharto berharap keberadaan objek wisata Klayar bisa dikenal luas oleh wisatawan karena dari sisi pemandangan tidak kalah dengan objek wisata lain di Gunungkidul. “Klayar bisa menjadi alternatif wisata karena pengunjung bisa naik perahu menyusuri kawasan sungai yang dibendung. Selain itu, di sekitar objek juga dapat melihat benda-benda peninggalan masa lalu,” katanya.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Klayar, Tejo Suprapto, mengatakan objek wisata Klayar memiliki beberapa potensi wisata yang dikembangkan, mulai dari danau buatan sepanjang 300 meter, bumi perkemahan hingga situs purbakala yang ada di wilayah tersebut. Namun demikian, menurut Tejo, dari sejumlah potensi yang dimiliki, baru danau buatan yang sudah berjalan dengan baik.
Menurut Tejo, selain potensi danau buatan, di sekitar objek dikembangkan wisata budaya, terlebih di kawasan ini banyak tersimpan situs peninggalan masa lalu. “Lokasi Klayar sangat strategis karena berada di tengah-tengah jalur dari Embung Batara Sriten menuju Gua Pindul dan yang terpenting jalan sudah bagus,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panen singkong mulai berlangsung di Gunungkidul dengan produktivitas mencapai 22 ton per hektare. Hasil penjualan gaplek menjadi penopang ekonomi warga di tenga
KAI Daop 6 Jogja masih mencatat 14 pelintasan liar hingga Juli 2026. Delapan titik ditutup tahun ini, total 42 perlintasan ditutup sejak 2023.
Survei SMRC menunjukkan hanya 15,7% masyarakat menilai ekonomi Indonesia baik, sementara penilaian negatif terhadap ekonomi dan hukum meningkat.
Pembenahan tata kelola MBG diyakini menurunkan kebutuhan anggaran program seiring digitalisasi, validasi data, dan evaluasi manfaat ekonomi.
Presiden Prabowo menggelar ratas membahas program strategis perguruan tinggi. Pemerintah juga menegaskan URI tidak membawahi seluruh kampus.
Indomaret Peduli Berbagi bersama Pemerintah Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan Lomba Menggambar dan Mewarnai pada Senin (27/7/2026)