Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Panembahan Senopati Bantul, Agus Budi Raharja, saat mengunjungi pasien yang sedang melakukan cuci darah, Kamis (29/3/2019). /Ist-Dok
Harianjogja.com, BANTUL-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul tahun ini menambah sejumlah fasilitas medis di ulang tahunnya ke-16.
Fasilitas medis tersebut di antaranya adalah layanan radiologi berupa Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan penambahan mesin hemodialisa atau alat cuci darah sebanyak 25 unit.
Layanan radiologi melalui RMI ini diresmikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis, Kamis (29/3/2019). Selain Helmi, hadir juga Asisten Bidang Pemerintahan Sri Ediastuti.
“Setahu saya MRI ini di Bantul saat ini baru ada dua, yakni di RS TNI Angkatan Udara Harjolukito dan di RS Panembahan Senopati ini,” kata Direktur RSUD panembahan Senopati Bantul, I Wayan Marthana.
I Wayan mengatakan manajemen rumah sakit terus berupaya meningkatkan semua layanan medis dengan menyesuaikan perkembangan teknologi dunia medis untuk mempermudah pelayanan. Sebelum ada MRI, layanan radiologi selama ini hanya melalui rongen dan CT-Scan atau computerized tomography.
Menurut dia, keberadaan MRI akan melengkapi layanan radiologi karena mampu mendeteksi banyak organ dalam yang selama ini tidak terdeteksi oleh CT-Scan. Misalnya, cedera pada otot saat dilakukan CT-Scan maka yang terlihat hanya tulang, dengan MRI bisa sampai otot.
“Cedera tulang belakang selama ini bisa lihat tulangnya sekarang bisa sampai dalam tulangnya,” kata I Wayan.
Selain itu pihaknya juga menambah 25 unit hemodialisa untuk mengurangi antrian pasien yang melakukan cuci darah. Sejauh ini di RSUD Panembahan Senopati hanya ada 25 alat untuk melayani pasien rutin sebanyak sekitar 200 orang, belum termasuk pasien baru sehingga menimbulkan banyak antrian.
Tidak hanya alat, namun rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Bantul ini juga kini menyediakan layanan spesialis onkologi untuk penderita kanker. I Wayan mengatakan penyempurnaan alat medis akan terus dilakukan namun secara bertahap, karena butuh biaya yang tidak sedikit. Untuk satu alat MRI saja butuh sekitar Rp20 miliar lebih.
Sementara itu Kepala Instalasi Radiologi RSUD Panembahan Senopati Bantul, Rofi Siswanto menambahkan, MRI melengkapi peralatan yang ada selama ini seperti CT-Scan, rongen, dan USG. Semuanya berbasis komputer. Selain melayani pasien, selama ini RSUD Panembahan Senopati juga merupakan rumah sakit pendidikan bagi para calon dokter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.