Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Ilustrasi jalan tol. /JIBI-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, JOGJA--Progres tahapan pembangunan jalan tol baik yang menghubungkan Jogja-Bawen-Semarang maupun Cilacap-Jogja-Solo terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga kini, keduanya masih menunggu penetapan trase.
Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan sampai saat belum dilakukan penetapan lokasi (Penlok) baik untuk jalur tol Jogja-Bawen-Semarang maupun Cilacap-Jogja-Solo. "Penlok muncul setelah trase disetujui. Bedanya, untuk jalur Jogja-Bawen-Semarang belum ada permintaan penlok. Adapun untuk jalur Cilacap-Jogja-Solo kami masih menunggu kepastian trase," katanya di Kepatihan, Jumat (5/4/2019).
Pemda masih menunggu pengajuan trase dari Pusat. Kalau trasenya diajukan kemudian disetujui oleh Gubernur, maka Penlok bisa keluar. "Kalau gambarannya Dirjen Binamarga tahun depan bisa jalan. Lelang tahun ini. Tugas penetapan Penlok merupakan kewajiban dan kewenangan Gubernur," katanya.
Hanya saja, dia menjelaskan jika tipe tol yang masuk di wilayah DIY (Cilacap-Jogja-Solo) modelnya kombinasi. Ada yang melayang dan ada juga yang di bawah. Kondisi jalan akan menyesuaikan dengan wilayah yang akan dilalui. Gatot belum bisa memastikan trase tersebut karena masih akan dibahas. Meski begitu, Pemda tetap akan memerhatikan keberadaan situs-situs yang ada di wilayah DIY.
"Tugas kami memastikan trasenya dulu. Daerah [gubernur] punya kewenangan itu," katanya.
Saat dihubungi, Kepala Balai Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menggatakan saat ini Direktorat Jenderal Binamarga menyiapkan penetapan trase dan menyiapkan dokumen pengadaan lahan untuk jalur Jogja-Bawen-Semarang. "Masih dalam proses penetapan akhir dari trase. Masih perlu konsultasi antara Pemda DIY dan Binamarga," katanya kepada Harian Jogja.
Jika dokumen kelayakan, DPPT dan sebagainya sudah disetujui, tahapan selanjutnya berupa penlok sebelum dilakukan pengadaan investasi. Pengajuan penlok dilakukan baik ke DIY maupun Jateng. "Setelah meminta approval (trase) dan diterima oleh Gubernur baru masuk proses Penlok. Kalau Penlok sudah terbit dari gubernur masuk proses pengadaan investasi," katanya.
Soal pelaksanaan tender, tetap ditargetkan tahun ini. Adapun proyek tersebut dijadwalkan mulai tahun depan dan memakan waktu sekitar dua tahun. Selain mendukung operasional bandara internasional NYIA, proyek tol Bawen-Jogja termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN). "Target kita begitu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Geely menargetkan penjualan 50-60 unit per bulan di DIY meski ekonomi lesu. Dealer baru dibuka di Jl. Magelang KM 9,5.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.