KASUS PORNOGRAFI: Divonis 10 Bulan Penjara, Ini Respons Pihak Siskaeee
Hakim memvonis terdakwa kasus pornografi siskaeee lebih ringan dari tuntutan jaksa.
Kepala Seksi Pengembangan Minat dan Budaya Baca DPAD DIY Aris Wiryanto (kiri) Qurotul Ayun, staf redaksi Diva Press (dua dari kiri) dan Ketua Komisi D DPRD DIY, Koeswanto (kanan) saat mengisi acara bedah buku \"Untung Puluhan Juta dari Bisnis Anti-Axpired\" ke-39 di Balai Dusun Kutu Dukuh RW 28, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Jumat (5/4/2019)./Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan Komisi D DPRD DIY menggelar bedah buku Untung Puluhan Juta dari Bisnis Anti-Expired ke-39 di Balai Dusun Kutu Dukuh RW 28, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Jumat (5/4/2019).
Kepala Seksi Pengembangan Minat dan Budaya Baca DPAD DIY Aris Wiryanto mengatakan bedah buku kali ini dilaksanakan dalam rangka memperkenalkan buku-buku yang diterbitkan oleh penerbit DIY. "Tentu, meningkatkan minat baca menjadi fokus kami. Kedua, kami ingin menumbuhkan jiwa kewirausahaan di masyarakat. Mereka kemudian menjadi tergerak untuk untuk membuka usaha, dan bisa meningkatkan perekonomian di masyarakat," kata Aris kepada Harian Jogja, Jumat.
Sementara itu, Qurotul Ayun selaku staf redaksi Dipa Press, mengatakan buku yang dibagikan kepada warga tersebut menceritakan tentang bisnis anti-expired contohnya seperti kerajinan dan pembuatan tas.
Si penulis buku, kata Qurotul, sebelumnya telah bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha anti-expired sehingga seperti telah tercipta win-win solution. "Jadi si pengusaha itu ingin menceritakan pengalaman dalam berbisnis namun tidak punya kemampuan untuk menulis. Sedangkan si penulis punya kemampuan untuk menulis tapi kurang mengenal dengan baik dunia bisnis, jadi si penulis melakukan wawancara dari berbagai businessman dari beberapa kota," katanya.
Qurotul mengatakan buku Untung Puluhan Juta dari Bisnis Anti-Expired ini terbit pada 2016 lalu. Dia mengatakan alasan sosialisasi ini menyasar ke masyarakat karena masyarakat banyak mempunyai bisnis seperti katering dan bisnis lain yang berorientasi pada makanan. "Nah dalam sosialisasi nanti kita giring mereka untuk membuka bisnis baru yang berbeda. Kalau makanan kan kita dibatasi dengan tenggat waktu masa jualnya, nah kalau ini kan bisnis yang modalnya juga tidak terlalu merogoh kocek dan anti-expired, jadi mau dijual kapanpun masih oke," ungkapnya.
Qurotul mendorong agar nantinya masyarakat yang sudah mulai menekuni bisnis anti-expired bisa memanfaatkan marketplace sebagai upaya untuk memasarkan dan menjual produknya.
Sementara, Ketua komisi D DPRD DIY Koeswanto mengatakan jika upaya sosialisasi yang dilakukan oleh DPAD bekerja sama dengan komisi D kali ini dalam rangka pemberdayaan masyarakat. "Warga, kita beri pengetahuan bagaimana memulai bisnis anti-expired agar para ibu bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah supaya bisa menopang aspek ekonomi keluarga dengan signifikan," paparnya.
Di DIY, kata Koeswanto, tingkat kemiskinan sendiri masih cukup tinggi berkisar 12%. Pada 2022 nanti, DIY menargetkan turun menjadi 5%. "Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini kita dorong agar warga punya kesadaran kewirausahaan agar nanti mereka bisa berdaya secara ekonomi," tutupnya. (Hafit Yudi Suprobo)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hakim memvonis terdakwa kasus pornografi siskaeee lebih ringan dari tuntutan jaksa.
Tanggal 18 Mei memperingati Hari Kearsipan Nasional, Hari Museum Internasional, Hari Vaksin AIDS Sedunia, hingga Hari Biola Sedunia.
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Sebanyak 39 WNI korban kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia, ditemukan. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan pencarian masih berlangsung.
Liverpool keluar dari empat besar Liga Inggris 2025/2026 usai kalah dari Aston Villa, sementara Manchester United pastikan posisi ketiga.
UKDW tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan