Luas Tanam Padi di Bantul Terus Digenjot

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Selasa, 09 April 2019 18:17 WIB
Luas Tanam Padi di Bantul Terus Digenjot

Pupuk bersubsidi/Ilustrasi-JIBI

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan (D2KP) Bantul terus berupaya menggenjot luas tambah tanam (LTT) padi di akhir musim hujan pertama (MH I) ini. Selama April ini DP2KP menargetkan ada penambahan luas tanam padi sebanyak 3.681 hektare, namun baru tercapai sekitar 360 hektare.

"Masih ada waktu selama 21 hari untuk mengejar target minimal mendekati angka 3.681 hektare," kata Kepala DP2KP Bantul, Pulung Haryadi, di sela-sela sosialisasi pupuk bersubsisi bersama PT Petrokomia Gresik dan Kodim 0729 Bantul di aula DP2KP Bantul, Selasa (9/4/2019).

Pulung mengatakan dalam musim hujan pertama sejak November-April biasanya 13.000 hektare tanaman padi dengan hasil panen rata-rata 6,4 ton per hektare per masa musim hujan pertama. Pada MH I tinggal sekitar 3.000 hektare yang belum kembali menanam setelah panen.

Dia berharap petani segera mengolah kembali sawahnya setelah dipanen dan ditanam kembali. Pihaknya memastikan ketersediaan peralatan traktor pengolah tanah dan pupuk berubsidi. "Kalau tidak ada air irigasi bisa disediakan pompa air," ujar Pulung.

Lebih lanjut Pulung memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi juga aman sehingga petani tidak perlu khawatir kekurangan pupuk selama musim tanam hingga panen. Dia mengatakan sejak 2011 lalu samai saat ini diakuinya belum pernah terjadi kelangkaan pupuk di wilayah Bantul.

Total alokasi pupuk bersubsidi ke Bantul yang disediakan Kementerian Pertanian melalui PT. Petrolimia selama tahun ini sebanyak 11.018 ton, yang terdiri dari pupuk urea, ZA, NPK, dan SP3.

Manajer Promosi Perencanaan Pemasaran PT Petrokimia Gresik Junianto Simare Mare membenarkan alokasi pupuk bersubsidi ke Bantul sebanyak 11.018 ton tahun ini.

Dari jumlah tersebut yang sudah terdistribusikan ‎baru 35% dari total 11.018 ton tahun ini. "Kalau selama April ini dari target 4.566 ton Sudan 85 persen tersalurkan," kata dia.

Pupuk bersubsidi tersebut selama ini didistribusikan melalui ditributor dan agen-agen. Pembelian pupuk bersubsidi dikhususkan bagi petani yang sudah memiliki surat keterangan dari pemerintah daerah atau DP2KP di Bantul.

Dalam sosialisasi pupuk bersubsidi ini diikuti patani, penyuluh, dan pengurus gabungan kelompok tani, dan anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa). Pada kesempatan itu Petrokimia juga memberikan pelatihan tata cara pemupukan yang baik.

Komandan Kodim 0729 Bantul Letkol Didi Carsidi menyatakan tentara siap mengawal proses distribusi pupuk sampai petani yang berhak mendapatkan pupuk tersebut. Kesiapan tersebut tindaklanjut kerjasama Kementerian Pertanian dan Mabes TNI sebagai bentuk menjaga kedaulatan pangan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online