DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Puluhan kapal milik nelayan diparkir di pinggir aliran sungai bawah tanah di Pantai Baron, Desa Kemadang Tanjungsari. Rabu (17/4/2019)/Istimewa-Dokumen SAR Satlinmas Wilayah II DIY
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Gelombang air laut di Pantai Selatan Gunungkidul masih terpantau landai. Meski demikian, para pengunjung maupun pelaku usaha diminta tetap waspada karena potensi gelombang tinggi bakal terjadi selama empat hari ke depan.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono, mengatakan kondisi di pesisir Gunungkidul masih terpantau landai karena gelombang masih normal. Hanya, kondisi sekarang tidak bisa menjadi patokan karena perubahan bisa terjadi setiap saat. “Diprediksi kenaikan gelombang terjadi mulai Rabu [17/4/2019] malam hingga Kamis [18/4/2019],” kata Marjono kepada wartawan, Rabu.
Dia berharap nelayan dan warga lainnya yang berada di kawasan pesisir untuk tetap berhati-hati sehingga saat terjadi gelombang tinggi tidak menyebabkan dampak yang merugikan. “Sudah kami informasikan ke warga, baik pedagang maupun nelayan terkait dengan potensi gelombang tinggi,” tuturnya.
Disinggung mengenai tingkat kunjungan, Marjono mengakui kawasan pantai di Gunungkidul masih menjadi favorit wisatawan. “Ramai dan semakin siang semakin bertambah. Mungkin kondisi ini terpengaruh dengan adanya pemilihan umum,” katanya.
Dia berharap kepada para pengunjung berhati-hati dan tidak bermain di area berbahaya sehingga tidak menjadi korban laka laut. Untuk pemantauan, sukarelawan tim SAR terus bersiaga dan siap memberikan peringatan kepada pengunjung yang dirasa berada di lokasi yang berbahaya. “Pengawasan tidak hanya melalui pos pemantauan, tapi disiapkan anggota yang berbaur dengan wisatawan sehingga bisa langsung mengingatkan pengunjung agar menjauh dari lokasi rawan,” katanya.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Surisdiyanto, mengatakan mulai Rabu hingga Senin (22/4) di kawasan pesisir selatan berpotensi terjadi gelombang tinggi. Ketinggian gelombang diprediksi sekitar empat meter hingga 4,5 meter. “Sebenarnya kejadian gelombang tinggi bukan hal baru karena terus terjadi setiap tahunnya. Tapi, tetap harus diwaspadai sehingga dampaknya tidak sampai menimbulkan kerugian jiwa maupun material,” katanya.
Guna mengurangi risiko yang diakibatkan dari gelombang tinggi, sukarelawan dan petugas SAR Satlinmas akan terus melakukan pemantauan di kawasan pantai. “Mudah-mudahan gelombang tinggi tidak berbarengan dengan pasang air laut sehingga dampaknya tidak terlalu besar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.