Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Masyarakat mendatangi Gender Corner yang membuka stan saat digelarnya car free day di Jalan Jenderal Sudirman, Jogja, Minggu (21/4/2019)./Istimewa-DPMPPA Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Angka kekerasan berbasis gender masih sering terjadi di masyarakat terus ditekan. Salah satunya adalah kian didekatkannya program Gender Corner oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Jogja kepada masyarakat.
Dari data DPMPPA Jogja, korban kekerasan masih didominasi oleh perempuan. Selama 2018, DPMPPA Jogja mencatat ada 193 kasus kekerasan, dengan rincian 17 pada laki-laki, 40 pada anak-anak, dan 176 pada perempuan. Angka ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, yang menunjukkan 254 kasus kekerasan, dengan rincian 24 pada laki-laki, 58 pada anak-anak dan 219 pada perempuan.
Banyakya kasus kekerasan ini tak lepas dari perspektif masyarakat yang belum paham betul soal gender. Kebanyakan masyarakat hanya melihat gender sebagai perbedaan laki-laki dan perempuan. Padahal, gender memiliki tujuan untuk memberi keadilan bagi laki-laki maupun perempuan, dengan tidak melupakan perannya masing-masing.
Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Perempuan, Bebasari Sitarini, menjelaskan jika kesetaraan gender berimplikasi pada keharmonisan hubungan antar anggota keluarga. Meski perempuan memiliki pekerjaan dan jabatan, saat di rumah, ia harus kembali menjadi ibu rumah tangga.
Begitu pula laki-laki. Meski ia mencari nafkah, bukan berarti ia meninggalkan perannya dalam keluarga. Jika istrinya sakit, ia harus merawat dan mengantar ke dokter. “Suami istri punya peran dan tanggung jawab masing-masing, sehingga terjadi keharmonisan,” kata Sita.
Dia juga mencontohkan, selama ini program KB hanya dilakukan oleh pihak perempuan. Sementara laki-laki sangat jarang yang ikut program KB atau sterilisasi. Hal ini perlu digalakkan, dalam rangka menekan angka kematian ibu.
Untuk terus meningkatkan kesetaraan gender di Jogja, DPMPPA berusaha mendekatkan diri pada masyarakat, salah satunya dengan program Gender Corner. Dalam program ini, DPMPPA mendatangi event-event yang ramai dikunjungi masyarakat, semisal car free day yang berlangsung setiap hari minggu, di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.
Di acara itu, DPMPPA membuka layanan konsultasi psikologi dan hukum yang bisa diakses masyarakat. Ada bilik khusus konsultan yang siap melayani secara gratis. Selain itu, disediakan pula sejumlah mainan edukatif bagi anak, dan galeri kerajinan dari kelompok rintisan usaha perempuan binaan.
Melihat antusiasme masyarakat pada layanan Gender Corner, DPMPPA akan mengembangkan program ini dengan Mobil Gender Keliling. Pengembangan yang dilakukan lebih pada teknis layanan Gender Corner.
Jika sebelumnya Gender Corner digelar dengan membuka stan, maka untuk selanjutnya DPMPPA akan menggunakan mobil, dengan modifikasi sedemikian rupa sehingga lebih praktis.
Nantinya, Mobil Gender Keliling akan beroperasi di tempat-tempat keramaian, atau event-event yang banyak dikunjungi masyarakat. Sita mengatakan, Mobil Gender Keliling akan bersinergi dengan OPD dan Stake Holder lainnya, agar semakin masif ruang geraknya. “Sebagai pemantik OPD lain untuk menyelesaikan isu-isu gender di Kota Jogja,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.