Miris, Ramai Investasi, Buruh Jogja Masih Jauh dari Sejahtera

Lugas Subarkah
Lugas Subarkah Rabu, 24 April 2019 21:17 WIB
Miris, Ramai Investasi, Buruh Jogja Masih Jauh dari Sejahtera

Ilustrasi buruh atau pekerja./JIBI

Harianjogja.com, JOGJA- Nasib buruh di Jogja masih jauh dari sejahtera. Di saat pertumbuhan investasi semakin pesat, UMR Jogja masih masuk dalam daftar UMR terendah se-Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Kirnadi, Sekjen Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY), kepada Harianjogja.com, Rabu (24/4/2019).

Ia mengatakan, upah buruh di Jogja rata-rata Rp1,7 juta hingga Rp2 juta per bulan. Berbeda dengan upah buruh di daerah Jawa Barat, yang rata-rata sudah tembus Rp3 juta. Padahal, Kebutuhan Hidup (KHL) Layak di Jogja dengan wilayah lainnya sama, bahkan bisa jadi lebih mahal di Jogja.

Ia menjelaskan, rendahnya UMR di Jogja disebabkan oleh kesalahan pada riset Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang dilakukan pemerintah. Ia mencontohkan, dalam riset itu pemerintah menganggap tempat tinggal adalah kos satu kamar yang bisa dibayar per bulan Rp150.000.

Padahal, tempat tinggal yang layak berdasarkan Keputusan Menteri tenaga Kerja No. 13/2012 setidaknya mengandung 26 komponen, yang di antaranya adalah perlengkapan dapur. Komponen ini tentu tidak terakomodir oleh perhitungan kos seharga Rp150.000.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online