Job Fair Gunungkidul Buka 5.000 Lowongan 32 Perusahaan, Cek di Sini
Job Fair Gunungkidul 2026 membuka lebih dari 5.000 lowongan kerja dari 32 perusahaan. Pencari kerja bisa melamar langsung secara gratis.
Ilustrasi aktivitas pembatik perempuan./Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Perajin batik di Kabupaten Gunungkidul berkomitmen untuk menggunakan pewarna alami dalam proses pembatikan. Pewarna yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dinilai lebih ramah lingkungan sehingga tidak menimbulkan pencemaran.
Salah satu perajin batik asal Desa Tancep, Kecamatan Ngawen, Suyatmi, mengatakan sejak beberapa tahun lalu para perajin menggunakan perwarna alami dalam proses pewarnaan kain batik. Menurut dia, penggunaan bahan alami memiliki banyak keuntungan meski dari sisi hasil warna batik tidak secerah dengan pewarna buatan.
Meski demikian, kreasi tersebut menjadi ciri khas tersendiri sehingga penjualan juga dipatok dengan harga khusus. Setiap lembar kain batik pewarna alami dipasarkan dengan harga Rp500.000.
“Prosesnya butuh waktu sehingga berpengaruh terhadap harga. Apalagi saat musim hujan, butuh waktu lebih lama karena kain tidak kering maka warnanya semakin pudar. Tapi ini bukan masalah karena nyatanya batik dengan pewarna alami makin banyak diminati,” katanya di sela-sela pameran batik di Rest Area Gubuk Gede, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kamis (25/4/2019).
Suyatmi menjelaskan keunggulan dari perwarna alami selain teknologi yang digunakan ramah lingkungan juga dapat menghijaukan lingkungan yang gersang. Pasalnya, pohon pewarna alami bisa ditanam di lingkungan sekitar agar perajin dengan mudah mendapatkan bahan untuk pewarnaan. “Otomatis dengan meningkatnya kebutuhan pewarna alami, maka perajin harus menanam pohon sehingga di satu sisi juga masuk dalam program penghijauan,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Badingah, mengatakan Pemkab mendukung pengembangan industri kreatif masyarakat. Ini lantaran keberadannya bisa mendukung pengembangan di sektor kepariwisataan.Menurut dia, tekstil berbahan alami menjadi ciri khas tersendiri. Selain itu dengan pewarna alami yang terdapat di sekitar rumah, masyarakat semakin mencintai lingkungannya. Pohon-pohon dijaga, dan ini berdampak pada ekosistem.
Pemkab, menurut Badingah, berupaya agar penanaman pohon terus dilakukan, salah satunya dengan menggandeng lembaga swasta. Sebagai contoh, masyarakat bekerjasama dengan Lions Club Puspita Mataram menanam 10.000 pohon di sentra kerajinan batik seperti di Desa Tancep, Kecamatan Ngawen; Desa Mertelu dan Ngalang di Kecamatan Gedangsari. Adapun bantuan yang diberikan terdiri dari bibit pohon mangga, jambu, manggis, nangka, buah naga dan indogofera. “Harapannya dengan penanaman pohon pewarna alami dapat mempermudah perajin mendapatkan bahan baku dalam proses membatik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Job Fair Gunungkidul 2026 membuka lebih dari 5.000 lowongan kerja dari 32 perusahaan. Pencari kerja bisa melamar langsung secara gratis.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu 22 Juli 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 mencapai 87%. Ramp on dan ramp off ditargetkan selesai Agustus 2026.
Presiden Prabowo Subianto melantik 1.177 perwira remaja TNI dan Polri dalam Upacara Prasetya Perwira 2026 di Istana Merdeka.
Venezuela mengonfirmasi tiga kematian akibat hantavirus di Anzoategui. Pemerintah menyatakan belum ada bukti penularan virus antarmanusia.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Rabu 22 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.