Perkosa Pacar di Bawah Umur, Pemuda Wonogiri Ancam Sebar Video
Polres Wonogiri menangkap pemuda 18 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual dan memeras korban dengan ancaman penyebaran rekaman.
Suasana kunjungan Bupati Bantul Suahrsono di Dusun Nyangkringan RT 04, Bantul, pada Kamis (25/4/2019). Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL – Guna mendengarkan langsung aspirasi rakyat, Bupati Bantul Suharsono kunjungi warga Dusun Nyangkringan,Bantul. Kunjungan ini adalah bentuk pengaplikasian langsung tentang semboyan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul ‘Makaryo Bangun Deso’.
Tidak canggung Bupati Bantul yang ditemani oleh sopirnya langsung menyalami warga Dusun Nyangkringan dan duduk bersama di meja yang sudah tersedia makan dan minuman dingin, salah satunya adalah tempe goreng lengkap dengan cabainya.
“Hari ini saya turun langsung ke lapangan untutk mendengarkan apa isi hati warga sini dan juga mengetahui kesulitan apa yang dirasakan sama warga sini. Tadi ada yang ada yang ngeluh kalau car free day sepi pengunjung, nanti akan segera kami tindak lanjuti agar mereka tidak mengeluh lagi,” kata Suharsono ketika ditemui Harianjogja.com pada Kamis (25/4/2019) di Warung Angkringan Appace, Dusun Nyangkringan RT 04.
Selain itu Suharsono yang menggunakan baju batik mengatakan bahwa pihaknya akan membantu merenovasi rumah warga yang hidupnya mengalami kesusahan ekonomi, menurutnya setiap warga yang tidak mampu akan mendapatkan bantuan sebesar Rp15 juta.
“Tadi ada juga yang cerita kalau tetangganya tidak mampu terus rumahnya sudah tidak layak huni dan akan kita tangani langsung, kita akan mendata berapa jumlah warga Bantul yang mengalami nasib yang sama dan akan kami bantu. Dananya perumah kurang lebih 15 juta buat bangun rumah,” katanya.
Jika nanti dana tersebut dirasa masih kurang maka Suharsono akan menambahkan jumlahnya tergantung kebutuhan rumah yang dibangun. “Nanti kalau kurang ya saya tambah, pokoknya semua dana Pemkab yang untuk warga akan saya kuras agar warga Bantul sejahtera semua di bawah pimpinan saya,” lanjut Suharsono.
Sedangkan warga Dusun Nyangkringan, Sri Martuti, merasa bahagia ketika Bupatinya mengunjungi langsung Dusun tempat tinggalnya, Sri Martuti sendiri adalah warga yang bercerita bahwa ada tetangganya yang rumahnya sudah tidak layak huni dan tidak mampu.
“Senang ya rasanya bisa cerita langsung ke Bupati apa kami rasakan, tadi yang masalah rumah warga sudah tidak layak huni itu sama pak Bupati disuruh bikin surat pengajuan biar rumahnya dibangun sama pemerintah. Warga itu kasian, penghasilannya itu sedikit dan udah sepuh, tapi untunganya pak Bupati langsung menindak lanjuti,” kata Sri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Wonogiri menangkap pemuda 18 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual dan memeras korban dengan ancaman penyebaran rekaman.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.