Pemkab Gunungkidul Fokus Entas Kemiskinan di 7 Wilayah Ini
Pemkab Gunungkidul memfokuskan program pengentasan kemiskinan di tujuh kapanewon prioritas. Target angka kemiskinan turun hingga 13 persen pada 2026.
Ilustrasi DPRD
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Sejumlah partai politik mulai melakukan analisa terkait dengan hasil dari pelaksanaan Pemilu 2019. Salah satunya menyangkut perubahan daerah pemilihan (dapil) yang berpengaruh terhadap raihan suara dan kursi di DPRD.
Sekretaris DPD Golkar Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan meski belum ada keketapan dari KPU terkait dengan caleg terpilih, namun pihaknya sudah melakukan kalkukasi terkait dengan torehan kursi hasil Pemilu 2019. Menurut dia, capaian kursi yang diperoleh belum sesuai dengan harapan dan malah cenderung menurun, bila dibandingkan dengan hasil di Pemilu 2014. “Pemilu ini hanya dapat lima kursi, atau turun satu kursi dengan hasil yang diraih pemilu lima tahun lalu,” kata Heri kepada Harianjogja.com, Sabtu (4/5/2019).
Menurut dia, menurunnya jumlah kursi yang diperoleh disebabkan beberapa faktor. Salah satunya dipengaruhi adanya perubahan dapil di Gunungkidul. Secara jumlah, memang tidak ada perubahan dibandingkan dengan Pemilu 2014. Namun, dari sisi komposisi kecamatan di dapil mengalami perubahan.
Sebagai contoh, kata Heri, di Pemilu 2014, dapil I terdiri dari tiga kecamatan meliputi Wonosari, Playen dan Semanu. Sedangkan di Pemilu 2019, dipecah karena dapil I hanya terdiri dari Kecamatan Wonosari dan Playen, sementara Semanu tergabung ke dapil IV bersama dengan Kecamatan Tepus, Girisubo dan Rongkop. “Kondisi ini jelas berpengaruh, seharusnya di dapil I bisa dapat dua kursi, tapi realisasinya hanya satu kursi,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Politikus PKS Gunungkidul, Imam Taufik. Menurut dia, perubahan komposisi dapil sangat berpengaruh terhadap raihan kursi partainya. Hal ini terlihat dari raihan kursi, di mana PKS kehilangan kursi di dapil I yang diraih di Pemilu 2014. “Sangat disayangkan karena kursi di dapil I lepas sehingga raihan kursi hanya empat,” kata Imam.
Dia mengungkapkan penyebab kegagalan dikarenakan waktu perubahan dapil yang mepet dengan pemilihan. Hal ini pun berakibat terhadap perubahan pemetaan dan di sisi lain, waktu untuk menjalankan program dan visi misi jadi kurang mendalam. “Kami kehilangan sekitar 3.000 suara karena pindahnya Kecamatan Semanu ke dapil IV sehingga kursi di dapil I terlepas. Jadi, hasil di Pemilu 2019 akan kami jadikan evaluasi untuk menyongsong pelaksanaan Pemilu 2024,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul memfokuskan program pengentasan kemiskinan di tujuh kapanewon prioritas. Target angka kemiskinan turun hingga 13 persen pada 2026.
Pembangunan kawasan yudikatif IKN terus dikebut dan ditargetkan rampung 2027, dengan progres Gedung MA 12,5 persen.
Erwin Gutawa menggarap aransemen baru lagu Hari Merdeka dengan angklung bersama Manshur Praditya untuk HUT ke-81 RI.
Sebanyak 38 anggota Paskibraka DIY siap bertugas mengibarkan bendera pada upacara HUT ke-81 RI di Istana Kepresidenan Jogja.
Pemerintah membentuk posko terpadu untuk menangani gempa NTT dan mempercepat pemulihan jalan, jembatan, rumah sakit, listrik, serta internet.
Dua Pos Lantas di Surabaya dilempari bom molotov. Polisi menangkap pelaku dan masih menyelidiki motif serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.