Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
ILustrasi Administrasi kependudukan/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul bekerja sama dengan 13 desa membuka layanan administrasi kependudukan (adminduk) secara online. Adapun layanan yang diberikan meliputi akta kelahiran, akta kematian, kartu keluarga dan kartu identitas anak. Rencananya pelayanan ini akan berlangsung untuk tiga tahun ke depan.
Kepala Disdukcapil Gunungkidul, Markus Tri Munarja, mengatakan perjanjian kerja sama untuk layanan online merupakan bentuk inovasi untuk mempermudah dalam pelayanan. Ia menjelaskan di dalam teknis pelayanan masyarakat yang ingin mengajukan empat layanan adminduk yang meliputi akta kematian, kelahiran, KK dan KIA tidak perlu susah-susah ke layanan di tingkat kabupaten. Menurut Markus pemohon cukup melengkapi syarat-syarat yang dibutuhkan untuk kemudian diproses oleh petugas di desa. “Cukup mudah dan menyingkat waktu,” katanya kepada wartawan, Kamis (9/5/2019).
Menurut Markus setelah berkas untuk kebutuhan adminduk terkumpul, petugas desa kemudian merekam data menjadi bentuk soft file sehingga data tersebut bisa langsung dikirim ke Disdukcapil. “Setelah proses ini selesai, maka tinggal menunggu layanan adminduk yang diinginkan,” katanya.
Dijelaskan Markus, meski ada perjanjian kerja sama untuk saat ini layanan belum dijalankan. Dia berdalih Disdukcapil harus menyediakan fasilitas untuk menunjang pelaksanaan dalam layanan. “Mei ini kami selesaikan persiapannya dan mudah-mudahan mulai Juni sudah bisa dioperasikan,” kata mantan Kepala Bagian Organisasi Setda Gunungkidul ini.
Diharapkan dengan layanan online dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib adminduk. “Dengan pelayanan online maka warga tidak perlu jauh-jauh melengkapi berkas yang kurang karena sudah bisa diproses di desa. Beda dengan dulu yang harus mengurus ke kabupaten, sehingga saat ada berkas yang kurang harus bolak-balik dengan waktu yang lama,” katanya.
Kepala Desa Giritirto, Kecamatan Purwosari, Sudarman, mengatakan jajarannya siap mendukung inovasi layanan secara online dari Disdkucapil. Namun hingga saat ini masih menunggu proses pelatihan untuk mempermudah dalam pelayanan. “Pelatihan sangat dibutuhkan untuk mempermudah saat layanan difungsikan,” katanya.
Menurut dia layanan online sangat membantu masyarakat dalam mengurus adminduk karena jarak Kantor Disdukcapil di Kota Wonosari dengan Desa Giritirto sangatlah jauh. “Kalau bisa diurus di desa, maka waktu yang dibutuhkan warga untuk mengurus bisa lebih singkat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Simak harga dan spesifikasi Samsung Galaxy Z Fold8, Z Flip8, dan Z Fold8 Ultra, termasuk layar, kamera, chipset, baterai, dan memori.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi 35.936 peserta E-Sports Kapolri Cup 2026 dan menargetkan kenaikan 10 kali lipat.
Kota Magelang dinilai punya potensi menjadi contoh toleransi beragama melalui keberagaman, dialog lintas iman, dan gotong royong.
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak melintasi Indonesia. Simak waktu puncak GMT dan cara menyaksikannya dengan aman.
Indonesia menjamu Rumania pada Piala Davis Grup II Dunia 2026 di Jakarta, 18-20 September, dengan target bertahan di Grup II.