Bus Sekolah Gunungkidul Belum Normal, Ini Penyebabnya
Layanan bus sekolah Gunungkidul belum kembali normal. Kenaikan BBM non-subsidi membuat enam rute belum melayani penjemputan siswa saat pulang.
Petugas BKSDA DIY mengevakuasi elang di Hargorejo Kokap, Selasa (19/4/2018). /Harian Jogja-Beny Prasetya
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY melepas dua ekor burung elang di kawasan Hutan Wanagama di Desa Bunder, Kecamatan Patuk, Rabu (22/5/2019). Diharapkan dengan pelepasliaran ini dapat menjaga kelestarian burung predator yang mulai langka ini.
Kepala BKSDA DIY, Junita Parjanti, mengatakan dua burung yang dilepas berjenis elang bido dan alap. Sebelum dilepaskan, burung ini sudah dikarantina selama enam bulan.
Menurut dia, tujuan karantina untuk mengembalikan sifat alamiah burung sehingga saat dilepas dapat beradaptasi dengan alam liar. “Kmai tidak langsung lepas karena prosesnya harus dikarantina terlebih dahulu. Setelah proses yang berlangsung enam bulan, maka burung siap dilepaskan,” katanya kepada wartawan, Rabu.
Junita mengatakan, pelepasan dua burung ini sebagai bentuk komitmen dari BKSDA untu menjaga kelestarian hewan, khususnya burung di alam liar. Dia berharap kepada masyarakat untuk menghentikan perburuan satwa-satwa yang hampir punah, khususnya elang bido, elang alap, elang brondol dan elang ikan sehingga keberadannya tetap lestari. “Mari ikut menjaga kelestarian alam dengan tidak melakukan perburuan liar,” katanya.
Lebih jauh dikatakan Junita, BKSDA saat ini mengkarantina 15 jenis burung. Pada saatnya nanti burung-burung ini akan dilepaskan ke alam liar. “Saya berharap masyarakat tidak memburu lagi karena pengalaman yang lalu ada elang yang dilepaskan ditemukan mati karena perburuan,” katanya.
Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA DIY, Andie Chandra Dewanto, mengatakan Gunungkidul menjadi salah satu habitat yang cocok untuk pelepasliaran burung hasil karantina. Hal ini terlihat dari luasan hutan yang ada sehingga pakan-pakan masih banyak tersedia di alam liar. “Sangat cocok karena alamnya masih banyak ditemukan pohon-pohon menjulang tinggi untuk dijadikan sarang,” katanya.
Hasil pengamatan yang dilakukan BKSDA di Gunungkidul masih ditemukan burung-burng yang hampir punah seperti di wilayah Ngelanggeran, Ngawen, Nglipar dan juga di sekitar Kecamatan Tepus. “Habitat ini harus dijaga karena rusak maka potensi satwa punah akan semakin besar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Layanan bus sekolah Gunungkidul belum kembali normal. Kenaikan BBM non-subsidi membuat enam rute belum melayani penjemputan siswa saat pulang.
Kementerian Haji dan Umrah resmi menghapus mekanisme lunas tunda ganti pada haji khusus. Jamaah kini hanya bisa berangkat sesuai nomor urut porsi untuk mencegah
KTM akui masalah mesin MotoGP dari komponen pemasok. Kecelakaan Catalunya jadi pemicu. KTM butuh izin Ducati, Honda, Yamaha untuk perbaikan.
Hujan meteor Perseid 2026 mulai aktif sejak 17 Juli hingga 24 Agustus. Masyarakat Indonesia berpeluang menyaksikan bintang jatuh dan fenomena fireball.
NORAD dan FAA memberlakukan pembatasan ruang udara di New York dan New Jersey menjelang final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol di MetLife Stadium.
Jadwal lengkap MotoGP Silverstone 2026, 7-9 Agustus. Rekor 11 pemenang berbeda dan perjuangan Veda Ega Pratama di Moto3.