Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Ilustrasi berbelanja pakaian/Solopos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, KULONPROGO- Pakaian bekas selama masih layak pakai ternyata menjadi komoditas yang laris diserbu menjelang Hari Raya Idul Fitri. Hal itu terlihat di dalam kegiatan bazar murah di depan Rumah Dinas Bupati Kulonprogo, Kamis (23/5/2019).
Salah satu stan yang menjual pakaian bekas diserbu para pembeli. Mayoritas pembeli adalah ibu-ibu. Di antara kerumunan juga nampak para kaum adam ikut memilah pakaian mana yang hendak mereka beli.
Stan tersebut diketahui milik Dharma Wanita Persatuan Kulonprogo. Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Kulonprogo, Maryati Nugroho mengungkapkan pihaknya memang sengaja mengumpulkan pakaian bekas layak pakai untuk dijual kepada masyarakat.
Harganya, jauh lebih murah dibandingkan pakaian baru dari toko. Jika biasanya satu pakaian dihargai Rp50.000 sampai ratusan ribu, di stand ini hanya dihargai antara Rp2.000 hingga paling mahal Rp10.000.
"Kami memang ingin membantu warga yang kurang mampu. Apalagi ketika jelang Lebaran seperti kan pasti punya keinginan untuk membeli baju baru," ungkap Maryati di sela-sela kegiatan.
Pakaian bekas layak pakai ini tidak hanya dijual menjelang lebaran, melainkan juga kerap dijual ketika pelaksanaan bhakti sosial di sejumlah wilayah. Dalam setiap acara, kelompok ini menyediakan sekitar 300-an helai pakaian yang dibagi dalam sejumlah paket.
"Hasil penjualan pakaian pantas pakai ini juga kita gunakan untuk bakti sosial yang lainnya juga. Jadi tetap bermanfaat," katanya.
Salah satu pembeli Sumiyati, 35, mengaku berminat membeli pakaian bekas ini karena kondisinya masih bagus. Ditambah harganya yang menurutnya sangat murah. "Harganya juga murah. Jadi uangnya bisa untuk kebutuhan yang lain," katanya.
Sementara itu pembeli lain, Marwiyati memilih membeli pakaian bekas karena harganya yang miring. Baju-baju itu ia hadiahkan untuk keluarganya. "Anak dan suami juga saya belikan. Cuma habis Rp12.000," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Veda Ega Pratama gagal lolos Q2 Moto3 Catalunya 2026 dan akan memulai balapan dari posisi ke-21 di Barcelona.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek