Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Proyek JJLS/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Jajaran Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gunungkidul mengklaim keberadaan Jalur Jalan Lintas Selatan memberikan andil dalam upaya mengurai kemacetan di jalur utama Wonosari-Jogja.
Kepala Satlantas Polres Gunungkidul, AKP Mega Tetuko, mengatakan selama Lebaran arus kendaraan di Gunungkidul relatif lebih lancar. Hasil pemantauan dan rekayasa arus lalu lintas di lapangan menunjukkan kepadatan kendaraan sudah bisa diurai sebelum pukul 21.00 WIB.
Kondisi ini, kata Mega, lebih cepat satu jam dibandingkan dengan penanganan kepadatan arus kendaraan di libur Lebaran 2018. “Kalau dulu [2018] kendaraan di jalur utama [Jogja-Wonosari] baru bisa diurai di atas pukul 22.00 WIB, tapi sekarang sebelum pukul 21.00 WIB kendaraan sudah lancar,” kata Mega kepada wartawan, Selasa (11/6/2019).
Menurut dia percepatan penguraian kepadatan kendaraan tidak lepas dari difungsikannya JJLS untuk jalur keluar Gunungkidul. Adanya jalur ini memberikan alternatif pilihan bagi pengendara sehingga kendaraan tidak terfokus di satu titik, yakni jalur utama Jogja-Wonosari. “Ya kalau tetap di jalur utama, maka akan terjadi penumpukan yang mengakibatkan kemacetan. Kami beruntung hasil evaluasi di tahun lalu memberikan solusi karena dengan memanfaatkan JJLS, maka upaya penguraian kepadatan kendaraan bisa lebih cepat,” ujarnya.
Mega menjelaskan untuk memaksimalkan JJLS sebagai akses keluar Gunungkidul jajarannya menyiagakan personel untuk berjaga di sejumlah titik persimpangan di wilayah Kecamatan Saptosari. Petugas disiagakan untuk mengarahkan pengendara terus melaju di JJLS dengan tujuan pintu keluar di Parangtritis dan Siluk di wilayah perbatasan Kabupaten Bantul. “Kalau tidak dijaga, maka kendaraan mengarah ke Paliyan dan ujung-ujungnya masuk ke jalur Jogja-Wonosari. Sebelum itu terjadi, maka kami siagakan personel agar pengendara tetap melaju di JJLS,” tuturnya.
Keberhasilan akses JJLS untuk mengurai kemacetan juga tidak lepas dengan kebijakan sistem buka tutup yang dilakukan di kawasan pantai. Saat pagi, kata Mega, dibuat kebijakan satu arah hingga pukul 14.00 WIB. Setelah itu, akses kembali dibuka dua jalur sehingga kendaraan yang berada di kawasan Krakal hingga Baron diarahkan menuju ke JJLS sebagai akses pintu keluar destinasi wisata. “Rekayasa ini berhasil, kepadatan arus bisa lebih cepat diurai,” katanya.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady, menambahkan menjelang libur Lebaran jajarannya mempersiapkan personel untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di kawasan wisata, khususnya di wilayah pantai. Untuk kawasan Pantai Baron hingga Pok Tunggal dilakukan rekayasa arus dengan sistem jalan searah. “Dengan sistem jalan searah maka potensi macet bisa diurai,” katanya.
Fuady menambahkan selama libur lebaran diterjunkan tim gabungan sebanyak 799 personel yang terdiri dari Polri, TNI, ormas, Dishub, PMI hingga petugas kesehatan. “Kami bersyukur pengamanan berjalan dengan lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Sebanyak 68 foto jurnalistik ANTARA dipamerkan di Titik Nol Kilometer Jogja pada 14-21 Agustus untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI.
Pemerintah menargetkan pembiayaan RAPBN 2027 sebesar Rp671,2 triliun, turun 8,6% dari outlook 2026 yang mencapai Rp734,3 triliun.
Imigrasi Parepare mendeportasi WN Malaysia yang overstay 101 hari melalui jalur laut dari Parepare-Nunukan menuju Tawau.
RAPBN 2027 menargetkan pendapatan Rp3.426 triliun dan belanja Rp4.097,2 triliun, dengan defisit dipersempit menjadi 2,4% terhadap PDB.
Gempa M7,7 mengguncang Flores dan terasa kuat di Sikka. Bupati Sikka meminta warga tenang serta waspada terhadap potensi tsunami.