KASUS PORNOGRAFI: Divonis 10 Bulan Penjara, Ini Respons Pihak Siskaeee
Hakim memvonis terdakwa kasus pornografi siskaeee lebih ringan dari tuntutan jaksa.
Menhan Ryamizard Ryacudu (kiri) saat berkunjung ke kediaman Buya Syafi\'i Ma\'arif, di Jogja, Selasa (11/6/2019)/Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, SLEMAN- Tokoh guru bangsa Buya Syafi\'i Ma\'arif menilai aksi demo terkait sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) tak perlu dilakukan. Hal itu disampaikan Buya Syafi\'i saat menerima kunjungan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu.
"Jangan demo-demo lagi, tidak ada gunanya, menghabiskan energi walaupun boleh berdemo, tapi kalau sampai seperti 22 Mei sampai ada yang mati, bagaimana. Itu anak bangsa," ujarnya, Selasa (11/6/2019).
Buya juga berharap, penanganan kasus kerusuhan Jakarta dilakukan secara profesional. "Nyawa orang itu penting. Jalankan hukum dengan baik, independen tidak ada diintervensi atau yang campur tangan," tegas dia.
Untuk urgensi pengungkapan peristiwa 22 Mei lalu, Buya juga meminta untuk dilakukan pengungkapan. "Ya diungkap saja, tapi jangan dilebih-lebihkan biasa saja. Kalau umpamanya faktanya A ya A saja, jangan ditambahi," ucapnya.
Ia menilai negara lemah apabila tak mampu pengungkap siapa dalang di balik kerusuhan tersebut.
"Kalau tidak diungkap berarti negara lemah. Publik harus tahu, wartawan harus mengejar itu. Bangsa ini, jangan sampai oleng," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hakim memvonis terdakwa kasus pornografi siskaeee lebih ringan dari tuntutan jaksa.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.