Potensi Air Banyusoco 200 Liter per Detik, Terbuang Sia-Sia ke Sungai
Lebih dari 20 sumber air di Banyusoco, Gunungkidul, mengalir ke Kali Oya. Tujuh titik memiliki debit hingga 200 liter per detik.
Kondisi terkini Pantai Baron yang aliran sungainya mengalami pendangkalan pasca gelombang tinggi yang terjadi Selasa (11/6/2019). Foto diambil Rabu (12/6/2019)/Ist-SAR Satlinmas Wilayah II DIY
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Gelombang tinggi yang menerjang kawasan pantai selatan Gunungkidul membuat aliran sungai bawah tanah Baron di Desa Kemadang, Tanjungsari menjadi dangkal. Sebelum disapu gelombang, kedalaman aliran mencapai 3-4 meter, namun sekarang hanya tinggal satu meter.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Marjono mengatakan, kenaikan gelombang air laut sudah terjadi sejak Senin (10/6/2019) malam dan berlangsung hingga sekarang. Namun demikian, dari sisi keamanan masih aman karena kenaikan terjadi pada saat air surut. “Memang ada empat kapal yang rusak, tapi kondisi masih aman,” katanya kepada wartawan, Rabu (12/6/2019).
Menurut dia, fenomena gelombang tinggi yang terjadi memberikan dampak yang positif. Pasalnya, gelombang yang datang menyapu sampah-sampah di kawasan pantai sehingga terlihat bersih. Selain itu, pasir yang terbawa air laut juga membuat aliran sungai Baron menjadi dangkal sehingga aman untuk dilalui pengunjung. “Di sisi barat memang masih ada yang dalam, tapi mayoritas aliran kedalammnya hanya satu meter sehingga aman dilalui,” kungkapnya.
Marjono menuturkan, kedalaman di aliran sungai bawah tanah Baron sempat menjadi masalah karena menjadi penyebab pengunjung tenggelam. Sejak awal tahun ini, sudah ada tiga pengujung yang tewas tenggelam pada saat akan menyeberang. “Kalau saat ini aman dilalui, tapi pengunjung harus tetap berhati-hati pada saat menyeberang,” katanya.
Menurut dia, dangkalnya aliran sungai dimanfaatkan wisatawan untuk bermain mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. “Kemungkinan besar pendangkalan di aliran sungai akan bertahan hingga musim hujan tiba,” tuturnya.
Lebih jauh dikatakan Marjono, dampak positif dari gelombang tinggi tidak hanya terjadi di Pantai Baron karena pantai-pantai lain juga mengalami hal yang sama. “Pantainya kelihatan bersih karena gelombang membawa sampah-sampah pergi menjauh,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 20 sumber air di Banyusoco, Gunungkidul, mengalir ke Kali Oya. Tujuh titik memiliki debit hingga 200 liter per detik.
Sekitar lima hingga tujuh perusahaan berminat berinvestasi di kawasan industri Piyungan, Bantul. Namun, status kawasan masih menunggu kepastian pusat.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta menuju Palur lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Komdigi menyalurkan Starlink ke Nagekeo untuk menjaga konektivitas posko bencana dan fasilitas kesehatan pascagempa NTT.
Prabowo meminta edukasi bahaya karhutla diperkuat hingga masyarakat bawah. Pemerintah juga menyiapkan alat berat untuk buka lahan tanpa membakar.
OMC di kawasan IKN dimulai dengan penyemaian 800 kg garam untuk memicu hujan dan menambah cadangan air di tengah musim kemarau.