Advertisement

KENAIKAN HARGA BBM : Bantul Harapkan Tambahan Kuota BBM Bersubsidi

Redaksi Solopos
Selasa, 30 April 2013 - 21:42 WIB
Maya Herawati
KENAIKAN HARGA BBM : Bantul Harapkan Tambahan Kuota BBM Bersubsidi

Advertisement

[caption id="attachment_401793" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/04/30/kenaikan-harga-bbm-bantul-harapkan-tambahan-kuota-bbm-bersubsidi-401791/solar-langka-ilustrasi-desi-suryanto-11" rel="attachment wp-att-401793">http://images.harianjogja.com/2013/04/solar-langka-ilustrasi-desi-suryanto10-370x246.jpg" alt="" width="370" height="246" /> Foto Mobil Tangki Pertamina
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto[/caption]

BANTUL-Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul, mengharapkan pemerintah pusat menambah kuota bahan bakar minyak bersubsidi untuk daerah ini menyusul rencana kenaikan harga BBM.

Advertisement

"Harga naik atau tidak kalau pusat tidak menambah kuota, tetap saja terjadi antrean kendaraan panjang dan ini akan menjadi gejolak lagi," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul, Sulistyanto di Bantul, Selasa (30/4).

Menurut dia, rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium sebesar Rp6.500 per liter oleh pemerintah pusat ditanggapi positif, akan tetapi akan lebih baik jika kuota BBM ditambah untuk mengendalikan kebutuhan BBM.

Ia menyebutkan, Bantul mendapat kuota premium sebanyak 118.000 kiloliter tiap tahun dengan asumsi konsumsi sebanyak 9.000 kiloliter per bulan, sedangkan solar mendapatkan 28.800 kiloliter dengan asumsi tiap bulan 2.400 kiloliter.

Padahal, kata dia kebutuhan konsumsi BBM jenis premium dan solar untuk seluruh pengguna kendaraan hingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Bantul lebih dari kuota yang ditentukan.

"Kebutuhan solar dan premium sudah over kuota, peningkatan premium sekitar lima persen diatas kuota dan solar mencapai 10 persen diatas kuota, artinya yang dibutuhkan adalah penambahan kuota meski harga naik atau tidak," katanya.

Menurut dia, dengan kuota yang sama dihargai berapapun tetap akan terbatas sehingga membutuhkan pengendalian, karena idealnya, kebutuhan premium dalam satu tahun di Bantul sejumlah 138.000 kiloliter dan solar 35.000 kiloliter.

Sementara itu, kata dia hingga triwulan pertama 2013, kuota bulanan konsumsi BBM bersubsidi di Bantul sudah melebihi kuota, sehingga pengendalian perlu dilakukan supaya kuota BBM bisa sampai akhir tahun.

"Secara prinsip, tugas di daerah mengamankan semua kebijakan pusat dan membuat kondisi di daerah tidak kacau. Kalau pidato SBY arahannya ke satu harga yakni Rp6.500 berarti kita memang mengamankan yang satu harga saja," katanya.

Meski demikian, jika ada perubahan harga, pihaknya tetap memperlakukan konsumen sama seperti sebelumnya mobil dinas wajib pakai nonsubsidi sementara BBM bersubsidi diprioritaskan untuk UKM pertanian, perikanan, perdagangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Amalan Menyambut Bulan Puasa Ramadan

Amalan Menyambut Bulan Puasa Ramadan

Jogjapolitan | 10 hours ago

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dua Anak Hanyut di Kali Mampang Belum Ditemukan

News
| Minggu, 03 Maret 2024, 01:07 WIB

Advertisement

alt

Kegiatan Spiritual dan Keagamaan Jadi Daya Tarik Wisata di Candi Prambanan

Wisata
| Kamis, 29 Februari 2024, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement