Advertisement

Pagi Jogja Padat Merayap, Ini Titik Rawan Macet yang Perlu Diwaspadai

Sunartono
Selasa, 14 April 2026 - 16:57 WIB
Sunartono
Pagi Jogja Padat Merayap, Ini Titik Rawan Macet yang Perlu Diwaspadai Kemacetan, macet. - Ilustrasi - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Kota Yogyakarta, atau yang sering kita sapa Jogja, punya ritme pagi yang khas. Karena pagi hari di kota ini menjadi perpaduan kesibukan antara keberangkatan anak sekolah, mahasiswa dan para pekerja yang akan berangkat ke kanto.

Jika Anda berencana melintasi kota ini antara pukul 06.30 hingga 08.00 WIB, bersiaplah untuk menghadapi kepadatan di beberapa titik kunci. Seringkali kepadatan itu terjadi dalam beberapa rangkaian. Pukul 06.30-07.00 WIB biasany didominasi oleh masyarakat yang antar-jemput anak ke sekolah.

Advertisement

Sedangkan kepadatan lalu lintas yang terjadi antara pukul 07.00-08.00 sebagian besar merupakan masyarakat yang akan berangkat kerja hingga mahasiswa yang akan ke kampus.

Berikut adalah peta titik kemacetan di Jogja pada pagi hari:

1. Sisi Utara (Pintu Masuk Utama)

Gerbang utara Jogja adalah area paling padat karena merupakan pertemuan arus dari arah Sleman (Magelang/Solo) menuju pusat kota.

  • Perempatan Condongcatur (Ring Road Utara): Pertemuan arus dari arah Terminal Giwangan dan arah Jombor, ditambah aktivitas di sekitar RS JIH dan Hartono Mall.
  • Perempatan Monjali: Titik temu kendaraan dari arah utara (Jalan Magelang) dan timur (Ring Road).
  • Bundaran UGM & Jalan Terban: Arus mahasiswa menuju kampus UGM dan UNY bertemu dengan kendaraan yang mengarah ke pusat kota melalui Jalan C. Simanjuntak.

2. Jalur Utama Timur - Barat

Arus komuter dari arah Prambanan/Solo dan dari arah Bantul/Kulon Progo biasanya menumpuk di titik-titik ini:

  • Pertigaan Janti: Meskipun sudah ada flyover, area di bawah jembatan dan akses masuk menuju arah Bandara Adisutjipto (lama) sering mengalami antrean panjang.
  • Perempatan Demangan (Jalan Solo): Pusat aktivitas bisnis dan pendidikan yang membuat kendaraan sering tersendat di lampu merah.
  • Perempatan Pingit: Ini adalah "leher botol" bagi warga dari arah barat (Gamping/Jalan Magelang) yang ingin masuk ke jantung kota.

3. Jantung Kota & Area Sekolah

Jogja dijuluki Kota Pelajar, dan kemacetan pagi sangat dipengaruhi oleh lokasi sekolah-sekolah favorit.

  • Kawasan Kotabaru: Karena banyaknya sekolah (SMA 3, SMA 1, SMP 5) dan perkantoran, jalan-jalan kecil di sini sering kali padat merayap.
  • Jalan Kusumanegara: Jalur utama bagi warga dari arah timur (Kotagede/Banguntapan) menuju pusat kota, melewati area kampus dan perkantoran.
  • Perempatan Galeria: Titik temu dari arah Jalan Solo, Jalan Sudirman, dan arah bawah menuju Stasiun Lempuyangan.

Tips Menghadapi Macet di Jogja:

1. Gunakan Jalur Alternatif: Manfaatkan jalan-jalan "tikus" atau jalan lingkungan jika Anda sudah hafal medannya.
2. Pantau Google Maps/Waze: Kondisi di Jogja cukup dinamis, terkadang ada penutupan jalan mendadak untuk acara tertentu.
3. Hindari Area Sekolah: Jika tujuan Anda bukan sekolah, sebisa mungkin hindari melintasi jalan di depan kompleks sekolah besar sebelum bel masuk berbunyi.

Karakter macet di Jogja biasanya adalah "padat merayap", bukan macet total yang berhenti berjam-jam seperti di Jakarta. Namun, kesabaran tetap menjadi kunci utama saat berkendara di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Penjelasan Lengkap UI Terkait Viral Chat Mesum 16 Mahasiswa FH

Penjelasan Lengkap UI Terkait Viral Chat Mesum 16 Mahasiswa FH

News
| Selasa, 14 April 2026, 20:27 WIB

Advertisement

Dari Banjir Aceh ke Lonjakan Ekspor, Kafe Tanjoe Kopi Eksis di Jogja

Dari Banjir Aceh ke Lonjakan Ekspor, Kafe Tanjoe Kopi Eksis di Jogja

Wisata
| Senin, 13 April 2026, 16:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement