Pilur Gunungkidul 2026, Sebanyak 24 Lurah Petahana Siap Bertarung
DPMKP2KB Gunungkidul mencatat 24 lurah petahana berpeluang maju di Pilur 2026. Pendaftaran bakal calon berlangsung 13-23 Juli 2026.
Kelok 23/Ilustrasi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kawasan Kelok 23 di Kalurahan Girijati mulai dilirik sebagai lokasi strategis pengembangan resort seiring terbukanya akses Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang menghubungkan wilayah pesisir.
Pengembangan ini dinilai berpotensi mengubah wajah kawasan pesisir Gunungkidul, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baru berbasis pariwisata.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul bahkan telah menyiapkan kajian investasi sejak 2025 untuk memetakan peluang bisnis di kawasan tersebut.
Kepala DPMPTSP Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian, mengatakan keberadaan JJLS menjadi faktor utama yang membuka akses antarwilayah dan mempercepat konektivitas pesisir selatan Jawa.
“Untuk Gunungkidul dengan Wonogiri sudah tersambung. Tinggal menunggu penghubung dengan Bantul yang ditandai dengan pembangunan Kelok 23 di perbatasan Purwosari dengan Kretek,” kata Aldian, Selasa (14/4/2026).
Dengan akses yang semakin terbuka, kawasan ini dinilai memiliki nilai jual tinggi bagi investor, terutama di sektor pariwisata. Melalui kajian Investment Project Ready to Offer (IPRO), pemerintah daerah berupaya mempermudah investor dalam melihat potensi yang tersedia.
Dalam kajian tersebut, kawasan Kelok 23 di Kalurahan Girijati diarahkan untuk pengembangan perhotelan atau resort. Pemandangan laut yang terbuka menjadi daya tarik utama yang diharapkan mampu menarik minat wisatawan.
“jadi bisa menjadi daya tarik untuk pengembangan resort. Selain itu, juga bisa dibangun SPBU untuk mendukung pemenuhan BBM bagi kendaraan yang melintas,” katanya.
Selain resort, kebutuhan fasilitas pendukung seperti stasiun pengisian bahan bakar juga dipertimbangkan untuk menunjang aktivitas kendaraan di jalur tersebut.
Meski peluang investasi cukup besar, hingga saat ini belum ada investor yang secara resmi masuk. Kondisi ini dipengaruhi oleh pembangunan infrastruktur yang masih berlangsung.
“Pembangunannya masih belum selesai,” katanya.
Di tingkat wilayah, pembangunan Kelok 23 sendiri masih terus berjalan dan ditargetkan rampung pada Agustus mendatang. Saat ini, sebagian konstruksi jalan sudah terbentuk, meski akses masih ditutup untuk umum.
Lurah Girijati, Karsono, mengatakan jalur tersebut sudah bisa dilalui secara terbatas, namun tetap dijaga untuk alasan keamanan.
“Ada satpam yang jaga,” katanya.
Ia berharap penyelesaian proyek ini dapat segera memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar, terutama dalam meningkatkan aktivitas ekonomi dan kunjungan wisata.
Dengan panorama laut yang terbuka dan jalur yang semakin mudah diakses, kawasan Kelok 23 diproyeksikan menjadi titik baru pertumbuhan pariwisata di Gunungkidul, sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPMKP2KB Gunungkidul mencatat 24 lurah petahana berpeluang maju di Pilur 2026. Pendaftaran bakal calon berlangsung 13-23 Juli 2026.
Alat berbasis AI dari Australia mampu mengenali nyamuk pembawa DBD dan malaria hanya dari suara sayap tanpa internet dan laboratorium.
Emergency kit mobil dapat membantu pengemudi menghadapi kondisi darurat seperti ban bocor, aki tekor, atau kendaraan mogok. Simak daftar perlengkapan yang wajib
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Media Vietnam The Thao 247 menyoroti kemenangan Timnas Indonesia 3-0 atas Bali United. Hasil tersebut dinilai menjadi sinyal kesiapan skuad Garuda menghadapi Pi
Survei Ipsos menunjukkan 75 persen masyarakat Indonesia menilai negaranya berada di jalur yang benar. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara paling