Wamen UMKM Dorong Bunga Kredit Rendah dan Proteksi Produk Lokal
Wamen UMKM Helvi Yuni Moraza mendorong pembiayaan berbunga rendah dan perlindungan produk lokal saat meninjau PLUT Kulonprogo.
Jemaah haji - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Proses pemberangkatan jemaah haji dari embarkasi Kulonprogo mulai memasuki tahap akhir, dengan jemaah dijadwalkan masuk asrama berbasis hotel pada 21 April 2026 sebelum diterbangkan ke Madinah melalui Yogyakarta International Airport.
Sebanyak 9.320 jemaah dipastikan berangkat dalam 26 kloter dari DIY dan wilayah Karesidenan Kedu. Dari jumlah tersebut, 3.748 jemaah berasal dari DIY. Keberangkatan dilakukan bertahap, dengan kloter pertama masuk asrama pagi hari dan diberangkatkan malamnya sekitar pukul 23.30 WIB.
Kepala Bidang Pelayanan dan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kanwil Kemenhaj DIY, Silvia Rosetti, menjelaskan seluruh jadwal dan pembagian kloter telah ditetapkan secara final.
"Jemaah yang diberangkatkan melalui YIA 9.320 terbagi menjadi 26 kloter sudah fix. Kloter pertama masuk asrama 21 April pagi, malamnya sekira pukul 23.30 WIB diberangkatkan," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (14/4/2026).
Skema embarkasi tahun ini menggunakan fasilitas hotel berbintang, yakni Hotel Ibis Yogyakarta International Airport sebagai lokasi transit sekaligus pusat layanan sebelum keberangkatan. Sebanyak 120 kamar disediakan dengan kapasitas tiga jemaah per kamar, dan selama operasional hotel disterilkan dari tamu umum.
Silvia menegaskan penggunaan hotel tidak membebani biaya jemaah. Seluruh layanan tetap mengikuti skema embarkasi reguler tanpa tambahan biaya.
Di dalam hotel, seluruh tahapan dilakukan secara terpadu, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembagian paspor, pemberian living cost, hingga pemindaian X-ray barang bawaan.
"Jadi saat jemaah berangkat menuju bandara, mereka sudah dalam kondisi steril," ucapnya.
Sebelumnya, persiapan administratif dan logistik telah dilakukan sejak 6 hingga 11 April 2026, mencakup pemantapan kloter, perkenalan petugas, hingga distribusi koper kepada jemaah.
Embarkasi haji Kulonprogo sendiri mulai beroperasi setelah berfungsinya Yogyakarta International Airport sebagai bandara internasional pengganti Bandara Adisutjipto. Sejak saat itu, sistem pemberangkatan haji beralih dari pola lama menuju skema yang lebih terintegrasi langsung dari wilayah DIY tanpa harus bergabung ke embarkasi daerah lain.
Selain melayani jemaah dari DIY, embarkasi ini juga menjangkau wilayah Karesidenan Kedu di Jawa Tengah, meliputi Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Wonosobo. Kehadiran embarkasi ini dinilai mempersingkat waktu tempuh jemaah serta meningkatkan kenyamanan selama proses keberangkatan.
Dengan skema baru yang terintegrasi dan dukungan fasilitas modern, proses pemberangkatan haji dari Kulonprogo diharapkan semakin efisien sekaligus memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi jemaah sebelum menjalani ibadah di Tanah Suci.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wamen UMKM Helvi Yuni Moraza mendorong pembiayaan berbunga rendah dan perlindungan produk lokal saat meninjau PLUT Kulonprogo.
Alat berbasis AI dari Australia mampu mengenali nyamuk pembawa DBD dan malaria hanya dari suara sayap tanpa internet dan laboratorium.
Emergency kit mobil dapat membantu pengemudi menghadapi kondisi darurat seperti ban bocor, aki tekor, atau kendaraan mogok. Simak daftar perlengkapan yang wajib
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Media Vietnam The Thao 247 menyoroti kemenangan Timnas Indonesia 3-0 atas Bali United. Hasil tersebut dinilai menjadi sinyal kesiapan skuad Garuda menghadapi Pi
Survei Ipsos menunjukkan 75 persen masyarakat Indonesia menilai negaranya berada di jalur yang benar. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara paling