Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
GUNUNGKIDUL-Tersangka pencabulan enam gadis dibawah umur, Feriyanto, 20, warga, Desa Playen, Kecamatan Playen mengaku sering nonton film porno melalui ponsel temannya di sekolah. Ia juga bergaul dengan orang-orang yang pernah melakukan hubungan suami istri.
“Nonton film [porno] di HP teman saya di sekolah” aku Feriyanto saat ditemui Harian Jogja di Polsek Playen, Rabu (1/5).
Pergaluannya di luar sekolah dengan orang-orang dewasa mendorongnya berbuat tindakan asusila.
“Teman saya sering cerita-cerita kayak begitu [hubungan intim] jadi pengen” katanya.
Keinginannya tersebut terpenuhi pertama kalinya pada saat dia duduk dibangku SMP. Perbuatan itu dilakukan di rumahnya sendiri saat sedang kosong karena ditinggal orangtuanya berjualan di pasar.
Merasa ketagihan, perbuatan pelajar kelas 3 salah satu SMK Gunungkidul ini terus terulang dengan gadis yang berbeda-beda. Keenam gadis yang berumur 14-16 tahun merupakan tetangganya sendiri.
Namun Feri berkilah, setiap kali akan melakukan hubungan layaknya suami istri tidak ada korban yang dipaksa.
“Semuanya sama-sama pengen, rata-rata mereka juga pernah melakukan dengan pacarnya yang dulu,” kilahnya.
Berbeda dengan keterngan Feri, polisi memperoleh keterangan dari beberapa saksi bahwa Feri menjanjikan barang berharga setiap kali mengajak korban untuk berhubungan.
“Ada juga keterangan di antara korban yang dipaksa. Kasus ini masih kita dalami pelan-pelan agar terungkap semua,” kata Ipda Tri Wibawa, Kanit Reskrim Polsek Playen.
Polisi menjerat Feri dengan pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Anak nomor 23/2002 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).