Ajang Pembuktian Semar Untuk Keempat Kalinya…

06 Juni 2013 11:10 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

[caption id="attachment_413140" align="alignleft" width="314"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/06/ajang-pembuktian-semar-untuk-keempat-kalinya-413139/semar-mobil-tim-semar-ugm-desi-suryanto" rel="attachment wp-att-413140">http://images.harianjogja.com/2013/06/Semar-Mobil-Tim-Semar-UGM-Desi-Suryanto.jpg" alt="" width="314" height="209" /> Foto Tim Semar
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto[/caption]

Untuk keempat kalinya, Tim Semar Universitas Gadjah Mada (UGM) akan mengikuti kompetisi kendaraan hemat energi Shell Eco Marathon Asia pada 4-7 Juli 2013 mendatang.

Dua mobil yang diikutsertakan dipamerkan di hadapan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Senin (3/6/2013) lalu.

Jayan Sentanuhady, pembimbing Tim Semar tampak ceria. Begitu pula anak-anak didiknya yang bejumlah 14 orang itu. Sebentar lagi, dua Tim Semar yang akan diberangkat ke Malaysia untuk mengikuti kompetisi internasional.

Persiapan untuk mengikuti kompetisi tersebut terus dilakukan. Meski acara berlangsung awal bulan depan, namun kedua mobil tersebut akan diberangkatkan ke Malaysia tanggal 7 Juni besok.

“Ya, masih ada yang perlu dibenahi. Walaupun acara masih Juli, tapi kami terus lakukan persiapan. Ada beberapa masalah kecil, seperti pedal steering yang perlu diperbaiki, tiga hari selesai. Kemudian sandaran yang belum dipasang saja,” ungkapnya disela-sela berpamitan dengan Sultan di Kepatihan.

Jayan menjelaskan, berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini dua mobil Tim Semar dikembangkan dengan konstruksi bodi dari bahan carbon fiber composyte. Dengan teknologi baru itu, beban kendaraan tersebut memiliki kekuatan lebih baik dan jauh lebih ringan. Jika sebelumnya berat prototype car mencapai 77 Kg, kini bobotnya hanya 40 Kg.

“Untuk memperingan dan meningkatkan presisi, hampir semua komponen dibuat dari bahan aluminium dan diproses dengan mesin CNC. Komponen juga dikembangkan dengan sistem modular untuk mempermudah penggantian atau perbaikan komponen,” terang Jayan.

Agung Prasetya, Ketua Tim Semar UGM mengatakan, mobil Semar Proto menggunakan teknologi PSS atau Pedal Steering System. Di mana, katanya, pengendalian mobil tak lagi menggunakan tangan melainkan kaki.

“Teknik tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan ergonomi seperti luas pandang, posisi tubuh pengendara dan aksesbilitas keluar pengendara,” jelas Agung.

Mobil tersebut, juga menggunakan primer mover berbahan bakar gasoline dengan kapasitas 80 cc. Rasio kompresi mobil tersebut tinggi dan dikembangkan dengan kode desain Semar Engin Concept First Generation atau SEC1.

“Mesin SEC1 ini merupakan teknik sequential double spark ignition di mana dua busi meletup secara berurutan agar pembakaran dalam silender lebih sempurna, hemar bahan bakar dan ramah lingkungan,” kata Agung.

Untuk Bangsa

Adapun mobil Semar Urban kali ini, menggunakan mesin diesel berkapasitas 220 cc dan mengadopsi teknologi Near Adiabatic Diesel Engine (NADE). Dengan menggunakan sistem mesin tersebut, rasio kompresi tinggi dan dengan teknologi cylinder insulation system mobil tersebut mampu berjalan secara efesien. “Rata-rata kecepatannya antara 70 km hingga 100 km perjam,“ jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Sultan berharap Tim Semar mampu meraih hasil terbaik. Sultan juga mengapresiasi kerja keras para mahasiswa UGM tersebut dan berharap bila nanti menang tidak sombong. Apalagi, kata Sultan, mereka telah memiliki pengalaman di ajang kompetisi serupa selama tiga tahun berturut-turut.

“Setiap tahun UGM mengikuti kompetisi. Mungkin mobil ini berbeda dari sebelumnya, karena disempurnakan. Saya berharap Dekan UGM (Fakultas Teknik), bisa menggunakan dan mengaplikasikan ilu-ilmu yang dimiliki untuk kebutuhan transportasi masyarakat,” tutup Sultan.