SISWA DIKELUARKAN : Duh, Lakukan Demo, 8 Siswa di Bantul Dikeluarkan

11 Juni 2013 16:51 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

[caption id="attachment_414771" align="alignleft" width="150"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/11/siswa-dikeluarkan-duh-lakukan-demo-8-siswa-di-bantul-dikeluarkan-414770/demo-3-8" rel="attachment wp-att-414771">http://images.harianjogja.com/2013/06/demo-3-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /> Ilustrasi.dok[/caption]

BANTUL-Nasib nahas dialami delapan siswa SMK Muhammadiyah Imogiri Bantul. Akibat berunjukrasa menuntut transparansi keuangan sekolah, ke delapan siswa tersebut dikeluarkan. Mereka dianggap mencemarkan nama baik sekolah.

Orang tua siswa yang telah dikeluarkan oleh pihak SMK Muhamadiyah Imogiri Bantul didampingi salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM)  telah melaporkan peristiwa itu ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY-Jawa Tengah.

Hari ini [Selasa (11/6/2013)], pelapor dipertemukan dengan pihak sekolah. Kepala Sekolah SMK Muhamadiyah Imogiri Bantul Nur Wahyu Untoro di Bantul membenarkan pihaknya telah mengeluarkan delapan orang siswa tersebut sejak sebulan lalu.

Nur menyebut tindakan tersebut bukan mengeluarkan siswa dari sekolah namun mengembalikan mereka ke orang tuanya masing-masing dan menyarankan pindah ke sekolah lain.

Menurut Nur, tindakan tersebut diambil karena sekolah menganggap para siswa tersebut telah mencemarkan nama baik sekolah. Adapun permasalahan bermula sejak akhir tahun lalu. Saat itu, ke delapan siswa tersebut sudah dua kali berunjukrasa menuntut transparansi keuangan sekolah. Diantaranya menuntut berapa dana yang dikeluakan untuk pembangunan gedung sekolah dan lainya. Padahal kata Nur, tak ada kewajiban sekolah melaporkan kondisi keuangan ke siswa atau guru.

“Kami ini kan sekolah Muhamadiyah, setiap laporan keuangan dilaporkan ke Yayasan Muhamadiyah bukan siswa atau guru. Padahal delapan siswa itu sudah diberi beasiswa oleh sekolah,” katanya.