KENAIKAN HARGA BBM : Tiga SPBU di Gunungkidul Kehabisan Stok

18 Juni 2013 16:05 WIB Ujang Hasanudin Gunungkidul Share :

[caption id="attachment_417073" align="alignleft" width="150"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/18/kenaikan-harga-bbm-tiga-spbu-di-gunungkidul-kehabisan-stok-417072/spbu-premium-habis-bisnis-indonesia-rahmatullah-2" rel="attachment wp-att-417073">http://images.harianjogja.com/2013/06/spbu-PREMIUM-HABIS-Bisnis-Indonesia-Rahmatullah-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /> Foto Ilustrasi
JIBI/Bisnis Indonesia/Rahmatullah[/caption]

GUNUNGKIDUL-Jelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Gunungkidul kehabisan stok pada Selasa (18/6/2013).

Tiga SPBU besar kehabisan stok sampai tengah hari. Plang tanda habis juga dipasang di depan SPBU. Seperti di SPBU 44.558.01 Siyono Playen stok Bensin dan solar sudah habis sejak pukul 13.30 WIB.

"Mungkin nanti sore dikirim lagi" kata General Manager SPBU 44.558.01, Suparman.

Menurut Suparman, dapat kiriman BBM per harinya untuk bensin 32.000 liter. Sementara soalr 16.000. Menjelang kiriman BBM biasanya akan terjadi antrean panjang kendaraan. "Kalau pertamax masih banyak" ucapnya.

Demikian SPBU 44.558.07 Jalan Wonosari-Baron. Stok bensin 40.000 liter dan solar 16.000 liter perhari ini sudah habis sejak pukul 09.30 WIB. SPBU 44.55805 Kepek Wonosari juga kehabisan stok sejak siang hari.

Surono, 50, sopir Angkutan Kota Wonosari yang datang ke SPBU mengaku kecewa dengan kehabisan stok BBM. Dia terpaksa membeli bensin eceran di jalan. "Saya sudah muter ke SPBU sana sini habis semua" katanya.

Ayah dua anak ini menyayangkan dengan kondisi tersebut, ditengah sepinya penumpang Angkot Wonosari, dirinya mengaku merasa dipersulit. "Kalau BBM benar-benar naik kita semakin tercekik" ucapnya.