BPR Tumbuh Pesat, Peluang di Gunungkidul Terbuka Lebar

16 September 2013 13:28 WIB Jogja Share :

[caption id="attachment_447961" align="alignleft" width="500"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/16/bpr-tumbuh-pesat-peluang-di-gunungkidul-terbuka-lebar-447958/uang-berbagai-nominal-bisnis-indonesia-5" rel="attachment wp-att-447961">http://images.harianjogja.com/2013/09/uang-berbagai-nominal-bisnis-indonesia.jpg" alt="" width="500" height="332" /> Ilustrasi uang (JIBI/Harian Jogja/Bisnis Indonesia)[/caption]

Harianjogja.com, JOGJA—Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di DIY tumbuh cukup baik. Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Jogja, pada Juli 2013 pembiayaan dari BPR di DIY tumbuh sebesar 13,72%.

Pada Desember 2012 lalu, pembiayaan BPR di DIY mencapai Rp2,5 triliun sedangkan pada Juli 2013, pembiayaan BPR di DIY telah mencapai Rp2,9 triliun. Pertumbuhan juga terjadi dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) BPR DIY yang tumbuh sebesar 3,61% yakni dari Rp2,3 triliun menjadi Rp2,4 triliun.

"Pertumbuhan tersebut mendorong pertumbuhan aset BPR di DIY yang tumbuh sebesar 6,22% dibandingkan akhir 2012 lalu," ujar Asisten Direktur Kantor Perwakilan BI DIY, Djoko Raharto, Sabtu (14/9/2013).

Pada akhir 2012 lalu, aset BPR di DIY mencapai Rp3,5 triliun, sedangkan pada Juli 2013 telah tumbuh hingga Rp3,7 triliun. Pertumbuhan kinerja tertinggi untuk BPR di DIY terjadi di Kabupaten Gunungkidul, dimana aset BPR di wilayah tersebut tumbuh hingga 21% yakni dari Rp300 miliar menjadi Rp365 miliar.

"Aset tertinggi memang masih di dominasi Sleman yang mencapai Rp1,7 triliun, namun pertumbuhan tertinggi terjadi di Gunungkidul yang tumbuh hingga 21 persen," kata dia.

Menurut dia, pasar perbankan di Gunungkidul saat ini memang masih terbuka lebar bagi BPR. Apalagi jumlah bank umum di wilayah tersebut juga masih belum banyak.

"Di samping itu BPR di Gunungkidul jangkauannya masih luas sehingga memperlonggar ruang gerak BPR untuk ekspansi," kata dia.