SKANDAL DANA HIBAH PERSIBA - Hak Angket Jangan Hanya Gertak Sambal

17 September 2013 17:06 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

[caption id="attachment_448419" align="alignleft" width="300"]http://www.harianjogja.com/?attachment_id=448419" rel="attachment wp-att-448419">http://images.harianjogja.com/2013/09/PERSIBA-LOGO1.jpg" alt="" width="300" height="300" /> Logo Persiba Bantul (JIBI/Harian Jogja/Istimewa)[/caption]

Harianjogja.com, BANTUL- Wacana penggunaan hak angket oleh DPRD Bantul untuk menyelidiki perihal pengembalian dana hibah klub sepak bola Persiba senilai Rp741 juta ke kas daerah, diminta jangan hanya gertak sambal.

Pegiat Masyarakat Anti Korupsi (Maki) Bantul Romadhon mengatakan, ia tak yakin rencana hak angket itu benar-benar terwujud. Sebab kata dia sudah ada pengalaman wacana penggunaan hak angket dewan terkait skandal dana hibah Persiba senilai Rp12,5 miliar pada 2011 lalu, namun hanya menguap begitu saja hingga akhirnya kasus itu disidik kejaksaan.

"Saya enggak yakin bakal ada hak angket paling hanya gertak sambal," kata Romadhon kepada wartawan Selasa (17/9/2013).

Justru kata dia saat itu, isu adanya suap ke anggota dewan yang menguap, pasca batalnya penggunaan hak angket. Romadhon menduga, hak angket hanya menjadi tawar-menawar politik di kalangan anggota dewan dengan pihak yang berkepentingan.

Sebelumnya, http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/16/skandal-dana-hibah-persiba-hak-angket-bergulir-447996" target="_blank">DPRD Bantul mulai menggulirkan wacana penggunaan hak angket atau penyelidikan atas pengembalian dana hibah untuk klub sepak bola Persiba senilai Rp741 juta ke kas daerah.

Wacana penggunaan hak angket itu menguat setelah kabar pengembalian dana Persiba ke kas daerah Pemkab Bantul santer beredar beberapa hari ini.