GEDHADHE DAB : Tukang Ojek Lupa Jalan

25 September 2013 08:41 WIB Jogja Share :

[caption id="attachment_450837" align="alignleft" width="400"]http://images.solopos.com/2013/09/GDD-ilustrasi-Hengky-Irawan5.jpg">Ilustrasi Gedhadhe Dab (Hengky Irawan)http://images.solopos.com/2013/09/GDD-ilustrasi-Hengky-Irawan5.jpg" width="400" height="339" /> Ilustrasi Gedhadhe Dab (Hengky Irawan)[/caption]

John Koplo, seorang mahasiswa baru jurusan ilmu manajemen bisnis baru saja mendapat pelatihan menjadi entrepreneur sejati.

Merasa termotivasi dan ingin hidup mandiri, Koplo mencoba menjadi tukang ojek. Beberapa waktu kemudian datanglah seorang wanita yang mendatangi Koplo yang masih metangkring di motornya.

“Mas, ojek,” ujar Jeng Janeth .

“Iya bu...Ke mana ya?” tanya Koplo.

“Aaalah…Ikut aja, nanti saya tunjukkin jalannya,” jawab Janeth.

Tak lama kemudian mereka pun berangkat menuju ke rumah Janeth. Di tengah perjalanan Janeth hanya memberikan aba-aba, “Mas, belok kiri….Kanan mas,” ungkap Janeth.

Setelah beberapa lama, Koplo pun bertanya,“Rumah ibu yang mana?” tanya Koplo.

“Masih lurus lagi mas, pertigaan belok kanan, ada gang kecil di samping kuburan itu rumah saya,” jawab Janeth.

Akhirnya sampailah mereka ke rumah Janeth.

“Berapa mas?” Karena bingung Koplo pun diam saja ketika ditanya. Janeth pun kemudian memberikan Rp15.000.

Namun tiba-tiba, Koplo terlihat pucat. “Kenapa mas? kurang uangnya?” ungkap Janeth.

“Sebenarnya saya baru pertama kali ngojek bu, saya lupa jalan pulangnya,” jawab Koplo.

“Jebrreetttt,” batin Janeth.

 

Luthfiana
Maguwoharjo, Depok, Sleman