Perampok Sekap Satpam, Sikat Rp40 Juta

Ilustrasi pencuri (JIBI/Harian Jogja - Reuters)
25 September 2013 10:04 WIB Sunartono Jogja Share :

http://images.solopos.com/2013/09/perampokan-pencurian2.jpg">perampokan-pencurian2http://images.solopos.com/2013/09/perampokan-pencurian2.jpg" width="285" height="216" />Harianjogja.com, SLEMAN—Kawanan perampok berjumlah sekitar empat orang menyambangi koperasi "Tri Pangudi Makmur" di Dusun Brengosan, Sumberadi Mlati, Sleman Senin (23/9/2013) pukul 23.00 WIB.

Perampok membawa senjata tajam jenis parang sempat menyekap penjaga malam, Mulyono, 45, kemudian membobol brankas dan mengambil uang Rp40 juta.

Informasi yang dihimpun Harian Jogja, Selasa (24/9/2013), kawanan perampok datang ke koperasi, Senin (23/9/2013) pukul 23.00 WIB. Berawal ketika penjaga malam bernama Mulyono memasukan sepeda motornya ke dalam koperasi.

Akantetapi saat akan menutup pintu, tiba-tiba didorong dari luar. Mulyono kaget karena yang mendorong adalah kawanan orang tak dikenal. Kawanan itu langsung mengancam Mulyono dengan mengacungkan senjata tajam dan memintanya agar tidak berteriak.

Mulyono kemudian disekap di salah satu ruangan dengan diikat kedua tangan dan tubuhnya ditutup memakai sarung. Sukses melumpuhkan Mulyono, para pelaku mengobrak abrik brankas dalam koperasi dan membawa kabur uang Rp40 juta.

Kawanan itu juga menggasak BPKB dan surat berharga yang diduga milik para anggota koperasi yang tengah dijaminkan dalam simpan pinjam.

"Setelah para pelaku pergi, Mulyono meminta pertolongan terus lapor ke Polsek karena lokasi agak dekat," ungkap sumber itu, Selasa (24/9/2013).

Kapolsek Mlati Kompol Hendri Multi menyatakan pihaknya masih mendalami keterangan para saksi. Meski demikian, diduga kuat pelaku beraksi menggunakan kendaraan roda empat. Tetapi belum diketahui jenis mobil atau nopolnya. Penjaga malam sendiri tidak dilukai oleh pelaku tetapi hanya disekap.

Berdasarkan keterangan penjaga malam, kejadian berlangsung cepat dan tidak lebih dari 30 menit. Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan linggis, tali dan tatah yang diduga kuat milik pelaku untuk melancarkan aksinya.