PEMERAN DOLLANAN #2 : Pameran 'Mainan' Karya Seniman

30 September 2013 12:33 WIB Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA— Pameran Dollanan digelar untuk keduakalinya, sebagai upaya mengajak seniman untuk bermain-main dalam membuat karya.

Pameran Dollanan #2 merupakan proyek kelanjutan dari pameran Dollanan yang diselenggarakan pertama kali pada 2003 lalu. Dollanan merupakan plesetan dari kata Doll dan Dolanan. Pameran ini berlangsung di Jogja Nasional Museum, Jl Amri Yahya dari tanggal 29-4 Oktober 2013.

Ugo Untoro, konseptor pameran Dollanan mengatakan jika pameran ini menjadi sebuah upaya untuk mengajak para seniman untuk bermain-main dalam membuat karya. Hal ini ia lakukan karena selama ini ia melihat seniman cenderung terlalu serius dalam berkarya.

Indikatornya, kata dia adalah karya yang disuguhkan dalam pameran seni rupa di Jogja selama ini cenderung tidak ada inovasi dan terkesan monoton. Padahal intensitas pameran seni rupa di Jogja sangat tinggi. "Ini karena andil dari pasar seni rupa juga. Seniman jadinya terlalu serius berkarya tidak ada keberanian untuk bereksperimentasi," ucapnya.

Karena itu, dalam pameran ini seniman diajak untuk sejenak bermain-main, dan iseng dalam membuat karya. Sebab, hal inilah yang sejatinya juga menjadi esensi dasar bagi para seniman untuk berkarya. "Karena dalam keisengan terdapat keseriusan yang mendalam. Begitu juga dalam keseriusan ada pula keisengan yang menyertainya," katanya.

Maka dari itu, tidaklah heran jika hampir seluruh karya yang disuguhkan dalam pameran Dollanan #2 terkesan lucu dan menggelitik. Nasirun, salah satu pelukis kondang Jogja, misalnya dalam pameran ini ia hanya memamerkan karya berupa selembar amplop yang ia corat - corat dengan tulisan warna merah berupa namanya sendiri dan memberi tambahan di belakangan namanya dengan gelar "B.A".

Karya itu ia beri judul Warisan Bung Karno, yang ia buat tepat pada 17 Agustus 2013. "Karya ini dibuat cepat. Jadi waktu kita kasih undangan pameran ke dia. Dia langsung coret coret amplop undangan itu dan langsung ke saya. Dia [Nasirun] bilang kalau amplop itu ia gunakan sebagai materi dalam pameran," ujar Bambang Toko Witjaksono, kurator pameran Dollanan #2.

Pameran Dollanan #2 menerima sebanyak 250 aplikasi karya peserta. Namun, dari karya yang diterima panitia, hanya 20 persen saja yang diterima dan lantas kemudian dipamerkan.

Untuk menambal kekurangan materi, panitia kemudian mengundang seniman lain untuk berpameran seperti Agus Suwage, Bob Sick, Edie Hara, Heri Dono,Nasirun.

"Kenapa hanya 20 persen saja yang kami pilih karena seniman yang mengirimkan aplikasi ke kami terjebak dengan karya yang merujuk pada mainan anak-anak. Kasus yang paling banyak adalah lukisan dan foto yang mengambil objek mainan anak-anak,” bebernya.