Mahasiswa UNY Rancang Modul Pencarian Jatidiri

Ilustrasi pementasan teater (JIBI/Solopos - Dok.)
03 Oktober 2013 13:35 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Masa remaja umumnya dituntut untuk memahami pelbagai peran sebagai upaya pencarian identitas dirinya. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan modul YSU (Youth Self Understanding) online.

Modul YSU berisi tentang pemahaman diri yang mencakup konsep diri dan penghargaan diri. Konten dalam modul tersebut dilengkapi dengan petunjuk penggunaan, tujuan, peta konsep, evaluasi dan tes YSU secara online.

Modul YSU online ini, bahkan berhasil meraih dana penelitian dari Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian 2013.

Modul tersebut digagas oleh mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Masing-masing Natri Sutanti, Shola Fitria, Dita Yuliantika Sari dan Tri Astuti Yuliandari dari prodi Bimbingan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan UNY. Termasuk, Ali Muhtar dari prodi Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik UNY. Lebih dari 300 orang telah mengunjungi YSU online tersebut.

Menurut Natri, modul tersebut dapat diakses dengan mudah oleh remaja maupun guru Bimbingan dan Konseling yang membutuhkan. Selain itu, YSU juga memiliki keunggulan dari segi konten yang menyertakan beberapa tes self concept dan self esteem sederhana yang dapat langsung diketahui hasilnya.

“Tes ini digunakan sebagai salah satu indikator sejauh mana remaja memahami dirinya sendiri. Kalau mau mencoba, silahkan klik http://ysu-module.web.id,” kata Natri kepada Harian Jogja, Rabu (2/10/2013).

Mereka melakukan penelitian tentang modul ini di SMAN Kalibawang Kulonprogo. Hasilnya, lebih dari 70% siswa yang mengikuti penelitian tersebut mengalami peningkatan dalam pemahaman diri.

Dijelaskan Muhtar, modul YSU dikemas dengan bentuk weblog yang didalamnya terdapat menu-menu yang terpisah-pisah menurut materi-materi tertentu mengenai self understanding atau pemahaman diri remaja yang juga mencakup masalah self concept dan self esteem.

Self concept merupakan identitas diri seseorang sebagai sebuah skema dasar yang terdiri dari kumpulan keyakinan dan sikap terhadap diri sendiri yang terorganisasi. Adapun self esteem adalah dimensi evaluatif yang menyeluruh dari diri.

Dimensi ini disebut juga dengan harga diri atau gambaran diri yang berkaitan dengan dengan self contentedness (rasa bahagia dan bangga terhadap diri sendiri), self acceptance (penerimaan diri), self worth (menghargai diri sendiri), self image (gambaran diri yang positif), dan self approval (mendukung diri sendiri).

Pemahaman diri, lanjutnya, merupakan substansi dan isi dari konsep diri anak. Pemahaman diri anak sebagian didasari oleh peran dan keanggotaan yang mendefinisikan siapa anak tersebut.

“Pembentukkan self esteem berlangsung sejak kecil, terutama melalui gaya pengasuhan orang tua. Pemahaman diri (self understanding) adalah representasi kognitif anak mengenai diri,” kata Shola.