14 Kelompok Warga Peduli HIV/AIDS Dibentuk di Jogja

Sejumlah pengunjukrasa yang tergabung dalam Kesatuan aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sulsel berunjukrasa di depan kantor DPRD Sulsel dalam rangka memperingati hari HIV AIDS sedunia, Senin (01/12)Antara/Yusran UccangKAMPANYE AIDS--Penanggulangan HIV - AIDS menjadi salah satu fokus program LSM tertentu, foto diambil beberapa waktu lalu. Bersahabat dengan konflik & godaan SOLOPOS 28 JUN 2011 HAL VII FOKUS MUDA
25 Oktober 2013 13:32 WIB Jumali Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Komisi Penanggulangan AIDS Kota Jogja membentuk 14 kelompok warga peduli HIV/AIDS di 14 kelurahan untuk menekan penularan penyakit mematikan tersebut di Kota Gudeg.

Keempat belas kelurahan yang ditetapkan menjadi kelompok warga peduli HIV/AIDS tersebut meliputi Kelurahan Karangwaru, Giwangan, Prawirodirjan, Ngampilan, Demangan, Sosromenduran, Gowongan, Suryatmajan, Prenggan, Gunungketur, Brontokusuman, Gedongkiwo, Pakuncen dan Panembahan.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kota Jogja Kaswanto mengatakan pembentukan kelompok warga peduli AIDS ini mengacu Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 444.24/2259/SJ tertanggal 3 Mei 2013.

"Dalam instruksi itu terdapat kewajiban untuk melakukan penguatan kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat untuk menanggulangi HIV/AIDS," kata Kaswanto di Balaikota Jogja, Kamis (24/10/2013).

Elemen yang terlibat dalam kelompok itu antara lain karang taruna, kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), tokoh agama, tokoh masyarakat, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) serta dari kader kelurahan siaga. Menurutnya, kelurahan yang terpilih menjadi kelompok warga peduli AIDS adalah kelurahan yang memiliki kerawanan cukup tinggi dalam hal penyebaran.

KPA Kota Jogja mencatat, dari rentang 2004 hingga Juni 2013, terdapat 618 kasus AIDSdi Kota Jogja. Dari jumlah tersebut 412 di antaranya positif terinfeksi HIV dan 206 lainnya sudah pada tahap AIDS.