Pengangguran Mengaku Polisi, Tipu Mahasiswi Luar-Dalam

Ilustrasi tersangka pelaku tindak kejahatan. (JIBI/Harian Jogja - Reuters)
29 Oktober 2013 06:45 WIB Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Mengaku sebagai anggota polisi, seorang warga Seyegan, Sleman menipu kekasihnya luar-dalam. Pelaku kini diamankan di Mapolsek Gondokusuman.

Informasi yang dihimpun, pelaku bernama Agus Pambudi, 21. Sementara korban berinisial IR, 22, mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Jogja dan tinggal di Jalan Kusumanegara, Gondokusuman.

Kapolsek Gondokusuman, Komisaris Polisi Eddy Sugiharta yang dimintai konfirmasinya Senin (28/10/2013) mengatakan kasus itu digolongkan ke dalam tindakan pengancaman dan perbuatan tidak menyenangkan. Berdasarkan keterangan korban, awalnya mereka merajut hubungan asmara. Kepada korban, pelaku memperkenalkan diri sebagai anggota Intelkam Polda DIY.

Saat berpacaran, lanjut kapolsek, pelaku pernah meminjam uang jutaan rupiah. Uang tersebut tidak kunjung dikembalikan kepada korban padahal merupakan uang kas organisasi kampus tempat korban menempuh pendidikan.

“Selama berpacaran, korban mengaku mereka sering cekcok dan juga dikasari. Karena sudah tidak tahan, korban ingin mengakhiri hubungan asmara mereka tapi pelaku tidak mau sehingga mengancam korban,” ujar kapolsek.

Ia melanjutkan, pelaku mengancam akan membunuh korban dan sering dilontarkan melalui pesan singkat dan juga secara langsung di hadapan korban. Tersangka juga mengancam akan menyebarkan foto-foto adegan intim yang mereka lakukan saat melakukan hubungan layaknya suami-istri.

“Pada hari Minggu, pelaku datang ke tempat korban tapi tidak mendapati korban yang tengah pergi. Teman dan pemilik kost merasa ketakutan karena melihat pelaku membawa pistol, sehingga menghubungi korban. Korban lalu melapor ke polsek, sehingga anggota buser segera ke lokasi dan berhasil meringkus pelaku di Jalan Timoho, Gondokusuman,” beber Eddy.

Turut diamankan bersama pelaku lima buah barang bukti berupa sebuah korek api berwujud pistol, dua buah ponsel serta sebuah sepeda motor. Kepada penyidik, pelaku mengaku berpura-pura sebagai anggota polisi untuk meyakinkan korban. Sehari-hari ia tidak memiliki pekerjaan tetap.
Baca: http://solopos.com/?p=891419" rel="noopener" target="_blank">Klarifikasi Pria Jogja yang Diberitakan Menipu Mahasiswi Pada 2013.

Klarifikasi Agus

Dalam keterangan hak jawabnya kepada Solopos.com, Minggu (4/2/2018), Agus mengklarifikasi bahwa dirinya tidak pernah mengaku sebagai anggota polisi. "Saya hanya mengatakan sebagai teman dari anggota [kepolisian], bukan mengaku anggota polisi," katanya via telepon, Minggu.

Dia juga membantah pernah ditahan oleh polisi. "Saya tidak ditahan, tapi hanya diperiksa saja."

Sedangkan tentang tuduhan penipuan, hal itu disebutnya hanya kesalahpahaman. "Masalah menipu, masalah uang. Itu tidak benar. Jika masih ada utang-piutang, [saya sudah mengatakan ke korban] ya tolong [katakan] berapa, saya ingin semua selesai," kata dia menceritakan masalah pada 2013 itu.

Menurutnya, saat ini semua pihak yang terkait sudah ingin melupakan masalah itu. Semua masalah, kata dia, juga telah diselesaikan melalui musyawarah dengan semua pihak.

"Itu sudah dimusyawarahkan sebelumnya, bertahun, dengan yang bersangkutan [korban], dengan mantan, dan orang-orang yang terdekat di Jogja. Semua itu sudah diselesaikan secara baik, dan tidak ada konflik dan masalah pribadi. Korban sudah menerima dengan baik, dan tidak mau mengungkit," kata dia.

"Untuk hal lain saya mohon maaf atas semua kesalahan ini, dan intinya ingin klarifikasi bahwa berita dulu itu tidak benar, bahwa ada kesalahpahaman. Bukan menggaku sebagai anggota polisi, tapi teman anggota, dan [saya] tidak pernah utang," kata dia menegaskan.